Suara.com - Update Windows 10 Tanpa Izin Pengguna, Microsfot Didenda Ratusan Juta
Microsoft dipaksa membayar kompensasi sebesar 10.000 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp134 juta kepada seorang perempuan yang komputernya rusak akibat pembaruan otomatis Windows 10.
Perempuan bernama Teri Goldstein itu menggugat Microsoft setelah komputernya yang menggunakan sistem operasi Windows 7 tiba-tiba secara otomatis diperbarui menjadi Windows 10.
Sayang pembaruan otomatis itu gagal dan membuat komputer Goldstein bekerja lebih lambat dan tidak stabil. Padahal komputer itu digunakan Goldstein untuk bekerja sehari-hari.
"Saya tak pernah mendengar tentang Windows 10. Tak seorang pun pernah bertanya, apakah saya ingin memperbarui sistem," kata dia seperti dikutip The Guardian.
Setelah berusaha memperbaiki komputernya di pusat servis Microsoft, Goldstein lalu menggugat perusahaan itu. Ia meminta Microsoft mengganti komputernya dan memberikan ganti rugi material sebagai ganti pendapatan yang hilang selama komputer itu rusak.
Ia memenangkan gugatan itu dan diberi ganti rugi sebesar 10.000 dolar AS. Microsoft tak mengajukan banding.
Kasus Goldstein sendiri adalah satu dari ribuan masalah serupa yang melibatkan Windows 10. Awalnya sistem itu ditawarkan secara gratis sebagai pilihan bagi pengguna Windows 7. Tetapi belakangan Microsoft menggunakan label "recomended update", yang artinya sistem operasi baru itu akan terunduh otomatis sejak Februari kemarin.
Pada Maret para pengguna mulai mengeluh bahwa Windows 10 mulai diinstal secara otomatis dan tanpa izin pada komputer mereka.
Berita Terkait
-
Disrupsi AI: Bagaimana Teknologi Bisa Tingkatkan Kemampuan Berbahasa
-
Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Xbox Paling Terdampak
-
Marvel Blade Batal, Microsoft Dirumorkan PHK Ribuan Karyawan Xbox
-
Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
10 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus yang Unik dan Terjangkau, Bermanfaat untuk Sehari-hari
-
Pimpinan Komisi III DPR Kompak Bantah Surpres Pergantian Kapolri Listyo Sigit
-
Jaksa Agung Resmi Berhentikan Sementara Febrie Adriansyah sebagai Jaksa
-
Cara Aktivasi Token QLola by BRI untuk Transaksi Bisnis Aman
-
Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
-
Keluarga Almarhum Haji Abdul Halim Ali Kembalikan Rp127 Miliar ke Negara, Dicicil 12 Bulan
-
Mapolsek Beji Memanas! Warga Gununggangsir Tuntut Nyawa Widi Dibayar Keadilan
-
20 Ide Lomba 17 Agustus Seru buat Ibu-Ibu, Bikin Perayaan HUT ke-81 RI Makin Meriah
-
Perusahaan Penimbun Sampah Liar di Kramat Jati Wajib Ganti Rugi
-
J.C. STAFF Garap Anime Wound & Bandage, Romcom Putri Yakuza dan Pengasuhnya