News / Internasional
Kamis, 09 Juli 2026 | 13:22 WIB
Ilustrasi AI (Pexels.com/Abet LIancer)
Baca 10 detik
  • Teknologi kecerdasan buatan kini berfungsi sebagai pelatih personal untuk meningkatkan kepercayaan diri serta kemampuan bahasa asing tenaga kerja.
  • Rendahnya kemahiran bahasa Inggris di Indonesia menyebabkan mayoritas perusahaan mengalami kendala komunikasi, kolaborasi internal, dan pengambilan keputusan bisnis.
  • Implementasi platform pelatihan bahasa berbasis AI di PLN berhasil meningkatkan produktivitas serta kemampuan komunikasi karyawan untuk mendukung kolaborasi global.

Suara.com - Gelombang disrupsi kecerdasan buatan (AI) kini tak lagi sekadar mengambil alih tugas repetitif. Teknologi ini juga berkembang menjadi pelatih personal yang mengubah cara manusia mengatasi hambatan dalam berbahasa.

Transformasi tersebut menawarkan solusi nyata bagi tenaga kerja di negara berkembang yang selama ini kesulitan menembus pasar global karena kurang percaya diri saat berkomunikasi menggunakan bahasa asing.

Pemanfaatan AI generatif menghadirkan pendekatan baru dalam pengembangan kompetensi profesional.

Melalui simulasi interaktif, teknologi ini dinilai mampu meningkatkan kemampuan berbahasa secara lebih efektif dibandingkan metode pembelajaran konvensional.

Tantangan Keterampilan di Era Digital

Country Director ELSA Business Indonesia, Yasser Muhammad Syaiful. [Dok. Istimewa]

Seiring cepatnya perubahan dunia kerja, World Economic Forum memproyeksikan sejumlah keterampilan inti yang wajib dikuasai hingga 2030.

Penguasaan literasi teknologi, kemampuan berpikir analitis, hingga pemanfaatan data menjadi fondasi penting agar tenaga kerja mampu bersaing di era digital.

Namun, untuk mengoptimalkan seluruh keterampilan tersebut dalam lingkungan bisnis global, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris tetap menjadi syarat utama.

Sayangnya, laporan EF English Proficiency Index 2025 menunjukkan tingkat kemahiran bahasa Inggris pekerja Indonesia masih berada pada kategori rendah.

Baca Juga: Membaca Bahasa Tubuh Lewat Gesture: Benarkah Tubuh Sulit Berbohong?

Rendahnya kemampuan tersebut turut berdampak pada dunia usaha.

Studi International Data Corporation (IDC) 2025 mencatat 78 persen perusahaan mengalami kesulitan berinteraksi dengan klien internasional akibat kendala bahasa.

Selain itu, 74 persen responden mengakui hambatan komunikasi juga mengurangi efektivitas kolaborasi internal serta memperlambat proses pengambilan keputusan.

Paradoks Adopsi AI di Dunia Kerja

Ironisnya, persoalan komunikasi muncul ketika tingkat adopsi AI di kalangan pekerja justru meningkat pesat.

Laporan Work Trend Index 2024 dari Microsoft dan LinkedIn menyebutkan sebanyak 92 persen pekerja di Indonesia telah menggunakan teknologi AI generatif dalam aktivitas sehari-hari.

Load More