Suara.com - Banyak rumor seputar paten baru yang siap dikeluarkan Apple. Salah satunya mungkin akan menimbulkan kekecewaan bagi mereka yang kerap mengambil gambar atau video saat menyaksikan konser.
Bagi banyak orang tentu senang mengabadikan konser yang mereka saksikan dengan smartphone atau tablet pabrikan berlogo apel itu. Hingga saat ini, Apple belum mengemas secara pasti akan seperti paten itu. Kabarnya, paten itu lebih ke arah teknologi.
"Sebagai contoh, sebuah emitor inframerah dapat ditemukan di daerah di mana gambar atau video capture dilarang, dan emitor dapat menghasilkan sinyal inframerah dengan data dikodekan yang meliputi perintah untuk menonaktifkan fungsi perekaman perangkat. Sebuah perangkat elektronik maka dapat menerima sinyal inframerah, decode data dan untuk sementara menonaktifkan fungsi perekaman perangkat berdasarkan perintah," tulis isi deskripsi paten tersebut.
Kedengarannya paten ini akan menarik. Tapi tetap saja banyak pihak yang merasa ragu.
Paten pertama Apple yang benar-benar diterapkan pada tahun 2011, yakni iBeacon. Jika melihat dari rentang waktu, tentu banyak yang berharap ini akan menjadi sesuatu yang jauh lebih canggih.
Beberapa pihak juga khawatir, akan semakin banyak lokasi yang membatasi smartphone atau tablet mengambil gambar dan video. Hal ini sebenarnya sebagai langkah untuk mengantisipasi pihak-pihak tertentu yang menggunakan kesempatan tersebut dan menyebarkannya melalui layanan internet. (PCmag)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC