Suara.com - Sebuah konsorsium asal Cina telah membeli browser internet Opera dengan harga 600 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan sekitar Rp7,8 triliun.
Konsorsium yang dipimpin oleh Golden Brick Silk Road itu hanya membeli browser Opera, baik yang versi desktop maupun mobile. Unit bisnis periklanan, game, dan televisi milik perusahaan asal Norwegia itu tak turut dibeli.
Golden Brick Silk Road merupakan sebuah konsorsium yang terdiri beberapa perusahaan termasuk Beijing Kunlun Tech, perusahaan adal Cina yang bergerak di sektor game online dan keamanan siber.
Adapun Opera, yang dikenal sebagai browser yang cepat dan ringan, telah digunakan oleh 350 juta pengguna internet di dunia.
Berdasarkan catatan bulan Juni lalu, Opera versi mobile masih berada di peringkat empat browser paling populer di dunia di bawah Chrome, Safar, dan browser Android. Adapun versi desktop berada di urutan enam. (AFP/Phys.org)
Berita Terkait
-
Cara Simpan Foto dan Video Instagram dengan Snapgram Sebelum Nonaktif
-
Negara Sekaya Arab Saudi Mulai Hemat Anggaran Buntut Perang AS - Iran
-
7 Cara Melihat Riwayat Penelusuran di Berbagai Browser dengan Mudah
-
Tak Perlu Repot Download Aplikasi Tambahan: Gini Cara Aktifkan VPN Bawaan di Opera
-
Percakapan AI Pengguna Diduga Dijual Lewat Ekstensi Browser
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi