- Pemerintah memberlakukan aturan maksimal tiga nomor prabayar per NIK, efektif berlaku mulai 23 Januari 2026.
- Regulasi baru ini mewajibkan verifikasi biometrik wajah selain pencocokan NIK dan Kartu Keluarga saat registrasi.
- Ada perbedaan pandangan industri; ATSI melihat biometrik cukup, sementara BPKN menganggap pembatasan perlu karena nomor adalah sumber daya terbatas.
Suara.com - Pemerintah resmi mengunci kepemilikan kartu SIM prabayar dengan satu NIK maksimal tiga nomor untuk setiap operator. Kebijakan yang efektif berlaku sejak 23 Januari 2026 ini memantik pertanyaan baru, jika sudah ada verifikasi biometrik wajah, apakah pembatasan jumlah nomor masih relevan?
Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Melalui regulasi ini, registrasi kartu SIM kini tidak lagi sekadar mencocokkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK), tetapi juga mewajibkan verifikasi biometrik berbasis pengenalan wajah (face recognition).
Satu NIK dan satu nomor KK hanya bisa digunakan untuk mendaftarkan maksimal tiga nomor SIM prabayar per operator. Ketentuan ini berlaku untuk registrasi baru dan menjadi bagian dari penguatan validasi identitas pelanggan.
Biometrik Sudah Cukup?
Direktur Eksekutif Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Marwan O. Baasir, menilai bahwa secara teknis, biometrik sebenarnya sudah memberikan kontrol yang kuat terhadap identitas pelanggan.
“Kalau berbasis pada best practice perbankan dengan biometrik, berapa pun orang butuh membuka akun, akan langsung terlihat portofolionya dari data biometrik yang ada. Kalau SIM card ilustrasinya sama,” jelas Marwan.
Artinya, dengan satu identitas biometrik, sistem bisa langsung memetakan berapa nomor yang terdaftar atas nama seseorang. Dalam logika ini, pembatasan kuantitatif dianggap tidak lagi mendesak.
Namun Marwan melihat pemerintah mungkin memiliki pertimbangan lain.
Baca Juga: Registrasi Kartu SIM dengan Biometrik, Pakar: Berisiko, Ngeri Kita!
“Sebenarnya cukup (biometrik) tapi sisi lain pemerintah juga mungkin ingin mengontrol dari sisi kewajaran kepemilikan simcard,” ungkapnya.
Ia pun mengaku masih mempertanyakan dasar kombinasi dua kebijakan tersebut antara verifikasi biometrik sekaligus pembatasan jumlah nomor.
“Saya juga nggak tahu kenapa dasarnya jadi berpikir sudah biometric tapi mengontrol jumlah, itu juga buat saya suatu hal yang mungkin jadi bertanya-tanya,” ucapnya kepada Suara.com, belum lama ini.
Meski begitu, industri memilih menunggu dampak implementasinya sebelum memberikan penilaian akhir.
“Kita apresiasi dulu lah, kita liat dulu lah, apa yang memang risiko-risiko, apa yang akan timbul, kita lihat dulu. Kalau memang tidak ada risiko ya mungkin nanti bisa aja pemerintah akan melakukan evaluasi,” tuturnya.
Telekomunikasi Bukan Perbankan
Berita Terkait
-
5 Tablet SIM Card 5G Terbaik untuk Mahasiswa dan Pekerja Kreatif, Multitasking Makin Enteng!
-
Komdigi: Registrasi Kartu SIM dengan Data Wajah Diterapkan Bertahap
-
5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Face Recognition Tuai Keraguan Publik, Isu Keamanan Data Jadi Sorotan
-
Registrasi SIM Pakai Face Recognition Mulai 2026, Solusi Keamanan atau Ancaman bagi Konter Pulsa?
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Bocoran Xiaomi 18: Baterai 7.200mAh, Snapdragon 2nm, dan Fast Charging 100W Siap Gebrak Pasar
-
Apa Bedanya Pad sama Tablet? Ini Perbedaan Sistem Operasi, Hardware, hingga Harga
-
Bocoran Tablet Gaming iQOO Terungkap, Usung Layar 8,8 Inci dan Snapdragon Terbaru
-
Game Lokal Maple Haven City Rush Buka Pre-Registrasi, Rilis 21 Juli 2026
-
Harga RAM Global Diperkirakan Terus Melonjak Sepanjang 2026, Tahun Depan Makin Parah?
-
4 HP dengan Baterai Badak 8000 mAh Lebih, Layar AMOLED 144 Hz Kuat 2 Hari Tanpa Cas
-
Harga HP Terus Naik, Ini 4 Pilihan Terbaru Rp1 Jutaan dengan Performa Mantap
-
4 Rekomendasi HP Murah dengan Fitur NFC, Mudahkan Top-Up E-Toll
-
WhatsApp Segera Luncurkan Username, Pengguna Tak Lagi Perlu Bagikan Nomor Telepon
-
Pemanfaatan Platform AI untuk Mitigasi Bencana di Asia Tenggara