Suara.com - Meteor terbesar di dunia berhasil ditemukan dan digali di luar Gancedo, sebuah kota kecil di Argentina. Batu berbobot 30 ton itu digali pada 10 September kemarin dan dinamai dengan nama kota tersebut.
Batu luar angkasa itu diperkirakan jatuh ke Bumi sekitar 4.000 tahun lalu dan merupakan bagian dari sebuah hujan meteor yang menimpa area seluas seratus kilometer persegi, yang kira-kira berjarak 1.000km dari ibu kota Buenos Aires.
Menurut para peneliti dari Scientific American, batu itu awalnya berbobot 600 ton dan memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan 14.000 km/jam. Akibat gesekan dengan atsmofer ia pecah menjadi batuany yang lebih kecil.
Di area yang dikenal dengan nama Campo del Cielo itu sendiri telah ditemukan banyak batuan dari luar angkasa. Sayang, banyak dari batu-batu tersebut dicuri oleh para turis.
Adapun meteor terbesar di dunia ditemukan di Namibia, Afrika. Batu yang dinamai Hoba itu berbobot 66 ton dan diperkirakan jatuh pada 80.000 tahun silam.
Hoba ditemukan pada 1920 oleh oleh seorang petani yang sedang membajak ladangnya. Saking beratnya, sampai saat ini batu itu belum dipindahkan dari lokasi ia pertama kali ditemukan. (abc.net.au)
Berita Terkait
-
Link Nonton Gerhana Matahari Total dan Hujan Meteor Perseid Agustus 2026
-
7 Fenomena Langit Sepanjang Agustus 2026, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari
-
2 Hujan Meteor Akhir Juli 2026 Hiasi Langit Indonesia! Ini Jadwalnya
-
Jam Berapa Bisa Melihat Hujan Meteor Arietid 10 Juni 2026? Ini Waktu Terbaik Mengamatinya
-
Jerry Yan Bawa Kalung Meteor Garden di Konser FForever, Kenang Mendiang Barbie Hsu
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN