Tekno / Tekno
Jum'at, 11 November 2016 | 10:21 WIB
iTunes Store Apple. [Shutterstock]

Saham-saham perusahaan teknologi turun dua hari setelah Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Para pemain saham di Wall Street banyak beralih ke banyak korporasi yang berhubungan dengan infrastruktur.

Trump terpilih pada Selasa (8/11/2016) waktu AS atau Rabu (9/11/2016) waktu Indonesia dengan memenangkan 278 electrocal votes, sementara Hillary Clinton cuma mendapat 218 electoral vote.

Amazon, Facebook, dan Alphabet adalah tiga dari sekian banyak perusahaan teknologi yang sahamnya drop, selang dua hari setelah Trump berjaya di Pemilu Presiden AS.

Saham Amazon, menurut Reuters pada Jumat (11/11/2016), turun 4,7 persen ke level terendah yang yang pernah mereka capai sejak Juli. Sementara itu, saham Facebook jatuh 2,7 persen.

Saham Apple serta Microsoft juga turun dengan persentase yang sama dengan Facebook, sedangkan saham Alphabet turun 2,3 persen.

Pemilik saham beramai-ramai melakukan aksi jual demi beralih ke 'lumbung' yang diprediksi bakal mendapat untung dari stimulus ekonomi dari Trump.

Di pidato kemenangannya, konglomerat properti itu memang sempat membuat komitmen untuk meningkatkan pengeluaran di sektor infrastruktur.

Head of Destination Wealth Management Michael Yoshikami menilai sebenarnya tidak akan ada kebijakan pemerintahan baru yang secara langsung memberikan dampak negatif bagi saham perusahaan teknologi. "Hanya saja, permintaan untuk sektor lain meningkat, sehingga ada rotasi," kata dia.

Load More