Suara.com - Teknisi dan pengusaha di India telah membangun perusahaan 'ala' Silicon Valley. Kini pertumbuhan perusahaan teknologi tersebut diklaim telah melampaui perusahaan teknologi raksasa lainnya, seperti Skype, WhatsApp dan Facebook.
Orang terkaya di negara itu telah meluncurkan jaringan telekomunikasi selular dengan jumlah pendaftar lebih dari 50 juta pelanggan dalam tiga bulan pertama. Dengan catatan itu, perusahaan teknologi ini berkembang sangat cepat, tidak hanya di India tapi juga dalam sejarah dunia.
Layanan Reliance Jio Mukesh Ambani, memiliki lebih dari 1 miliar pengguna ponsel, tetapi mengalami tingkat penetrasi internet terendah.
Jio menawarkan mobile data dan panggilan berbasis internet di India secara gratis selama enam bulan. Kondisi ini memaksa pesaing, mengurangi tarif mereka dan diharapkan membuat mobile data lebih terjangkau bagi konsumen India.
Pasalnya, masyarakat India masuk kategori dengan biaya berselancar tinggi di smartphone mereka. Tingginya biaya tersebut, membuat hanya sekitar sepertiga dari 1,3 miliar orang yang berselancar di dunia maya secara teratur.
Sebelum peluncuran Jio pada September lalu, Facebook, Google, Uber dan perusahaan raksasa AS lainnya memiliki semua inisiatif dengan menargetkan pada konsumen India.
Ambani mengatakan, dia telah menginvestasikan lebih dari 22 miliar dolar AS, untuk membangun Jio.
Seperti Google dan Apple, Jio juga menyediakan paket aplikasi yang menawarkan hiburan on-demand, pembayaran digital, penyimpanan awan dan banyak lagi.
Semua itu dibiayai dari kantong pribadi Ambani, Reliance Industries, konglomerat besar yang menjual segala sesuatu dari bahan makanan untuk energi surya.
Baca Juga: Dua Tas yang Diambil dari Rumah Mewah Dodi Dibawa Kabur Yus Pane
Semangat Ambani membuat kesal operator saingan, yang menuduh pemerintah memungkinkan Jio membeli ruang pada spektrum seluler di negara itu dengan harga murah. Regulator telah menemukan bahwa pesaing memblokir panggilan ke jaringan mereka dari ponsel Jio.
Beberapa pihak menolak perbandingan antara Ambani dengan Facebook dan layanan pesan Whatsapp.
"Jika Anda mengatur sebuah kios dan memberikan makanan gratis untuk semua orang, Anda akan tumbuh cepat. Memberikan konektivitas dan panggilan gratis akan memungkinkan mereka untuk mendapatkan basis pengguna tapi itu tidak berarti basis pengguna akan tinggal," kata Nikhil Pahwa, editor Medianama.com, sebuah situs berita online yang meliputi industri teknologi India.
Dia menambahkan, Facebook dan Whatsapp tumbuh secara organik, sedangkan Jio menghabiskan uang banyak untuk iklan dan memiliki jangkauan media besar yang datang dari konglomerat bernilai miliaran dolar.
"Jadi saya tidak berpikir mereka sebanding," ujarnya.
Jio masih menjadi perusahaan ponsel yang tertinggal terbesar di India, Bharti Airtel memiliki 257 juta pelanggan, menurut statistik yang dirilis pada bulan Agustus, dan Vodafone India memiliki 200 juta. [Rawstory]
Berita Terkait
-
Odoo Indonesia Ekspansi Kantor Baru, Perkuat Ekosistem Digital Hub di BSD City
-
Peta Digital Buatan Anak Bangsa Raih Pengakuan Global di Asia Pasifik, Ini Kata Sosok di Baliknya
-
Pilih Pakai AI, 152 Ribu Karyawan di Perusahaan Teknologi Ini Kena PHK
-
Australia Wajibkan Raksasa Teknologi Bayar Konten Berita Media Lokal
-
Apple Buka Peluang Kerjasama dengan OpenAI, ChatGPT Hadir di iOS 18?
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
2 Tahun Jadi Buron, Pengendali Narkoba Lintas Negara Ditangkap
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata