Suara.com - Bulan lalu, situs WikiLeaks menerbitkan ribuan dokumen yang mengungkapkan berbagai metode yang digunakan CIA untuk masuk ke perangkat elektronik. Sebagian besar alat peretas yang menjadi target adalah smartphone dan komputer.
Banyak orang terkejut mengetahui bahwa Samsung Smart TV pun mudah rentan diretas. Namun, kabar terbaru mengungkap hal lebih mengagetkan.
Salah satu peneliti keamanan Israel menunjukkan bahwa Smart TV Anda bukan satu-satunya perangkat Samsung yang dapat diretas. Amihai Neiderman, kepala penelitian di Equus Software, telah menemukan bahwa sistem operasi Tizen yang digunakan pada jutaan Samsung smartphone, dan peralatan pintar lainnya rawan masalah keamanan.
Seluruh urusan dimulai ketika Neiderman membeli TV bertenaga Tizen untuk rumahnya. Setelah menemukan buruknya kode di TV, peneliti memutuskan membeli beberapa Samsung smartphone yang menggunakan OS Tizen dan mengujinya.
Neiderman berhasil mendeteksi 40 kerentanan yang tidak diketahui, yang dapat memungkinkan seseorang dari jarak jauh meretas perangkat yang dengan menggunakan OS Tizen. Sebagai perbandingan, CIA membajak dokumen yang dijelaskan dalam WikiLeaks terdapat pada Samsung Smart TV dan diperlukan seseorang untuk menginstalnya pada televisi melalui USB stick.
Menurut Neiderman, banyak basis kode Tizen telah dipinjam oleh Bada, mobile OS Samsung tua yang dihentikan. Tetapi sebagian besar kerentanan berasal dari kode yang secara khusus ditulis untuk Tizen dalam dua tahun terakhir.
Dari semua risiko keamanan, Neiderman menunjukkan satu cacat desain tertentu yang paling parah. Ini melibatkan Tizen Store, yang merupakan alternatif Samsung untuk Google Play. Peneliti mengklaim bahwa kerentanan terjadi di app memungkinkan dia membajak software untuk memberikan kode berbahaya ke Samsung TV-nya.
Seperti yang Anda ketahui, Samsung melihat Tizen sebagai cara utama untuk mengurangi ketergantungan pada Android. Meskipun raksasa teknologi telah merilis sejumlah smartphone yang menjalankan OS itu di negara-negara seperti India dan Rusia, ada spekulasi bahwa kita mungkin akan melihat sistem yang dipekerjakan secara lebih luas dalam waktu dekat.
Neiderman mengatakan atas penemuan baru-baru ini, dirinya diminta Samsung untuk menyarankan perusahaan mempertimbangkan kembali memberlakukan secara massal Tizen ke ponsel sebelum melakukan rekonstruksi utama kode. [Phonearena]
Baca Juga: Indonesia Jadi Saksi Debut Xiaomi Redmi 4X, Dibanderol Rp 2 Juta
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
6 HP Rp2 Jutaan yang Tahan Banting: Performa Oke, Aman Dipakai Harian
-
Mengenal Handala Hack Team, Hacker Pro Palestina yang Serang Sistem FBI
-
3 Cara Mengunci Aplikasi di HP OPPO untuk Menjaga Privasi Data Anda
-
Mengenal Fitur Aplikasi The White House yang Dirilis Donald Trump, Tapi Picu Kecaman
-
Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia? Catat Waktu dan Cara Menyaksikannya
-
61 Kode Redeem FF 30 Maret 2026: Klaim Skin Gratis Sebelum Mega Update OB53 Tema Air
-
36 Kode Redeem FC Mobile 30 Maret 2026: Bocoran TOTS OVR 119 Rilis, Borong Pemain Gratisnya
-
5 Smartwatch yang Bisa Connect Strava: Sobat Akurat Pelari dan Pesepeda
-
5 Tablet yang Bagus dan Murah untuk Pemakaian Awet Jangka Panjang
-
7 Smartwatch yang Bisa Mengukur Tekanan Darah dan Detak Jantung