Suara.com - Risiko terinfeksi oleh ransomware dapat dikurangi secara signifikan dengan mengambil langkah-langkah keamanan komputer yang biasa, seperti memastikan tambalan dan update diinstal karena dilepaskan oleh perusahaan perangkat lunak.
Menurut Pusat Keamanan Cyber Nasional, sebuah badan di bawah intelijen GCHQ, para hacker (peretas) akan mengeksploitasi kerentanan di sistem operasi, browser web, plug-in dan aplikasi yang telah lama diketahui selama beberapa waktu.
"Penyedia perangkat lunak akan membuat tambalan yang tersedia untuk menguranginya. Menyebarkan tambalan ini, atau mengurangi kerentanan, adalah cara paling efektif untuk mencegah sistem dikompromikan," kata situs NCSC.
"Namun, begitu juga dengan menambal perangkat yang digunakan untuk penjelajahan dan email web, penting untuk menambal sistem yang terhubung dengannya, karena beberapa ransomware diketahui bergerak mengelilingi sistem, mengenkripsi file saat berjalan," jelas dalam situs tersebut.
Pusat ini juga menyarankan perusahaan, yang cenderung ditargetkan untuk diambil keuntungan dari sisi uangnya, harus mencegah staf memasang perangkat lunak di komputer mereka tanpa izin dari administrator.
"Ingat bahwa pengguna kadang-kadang secara sah harus menjalankan kode yang belum Anda otorisasi sebelumnya. Pertimbangkan bagaimana Anda akan memungkinkan mereka melakukan ini, sehingga mereka tidak tergoda untuk melakukannya secara diam-diam, dengan cara yang tidak dapat Anda lihat atau pengelolaan risiko," sarannya.
Situs web juga harus disaring sehingga orang tidak akan mengklik situs yang bisa mengandung virus.
Efek dari serangan ransomware yang sukses juga dapat dikurangi dengan membatasi akses ke bagian-bagian sistem perusahaan kepada mereka yang perlu menggunakannya.
"Kontrol akses yang baik itu penting. Kompartemenalisasi hak istimewa pengguna dapat membatasi tingkat enkripsi hanya pada data yang dimiliki oleh pengguna yang terpengaruh," kata NCSC.
Baca Juga: Tentang Ransomware, Senjata Hacker yang Serang RS Dharmais
Selain itu, antisipasi ransomeware jug dapat dilakan dengan mengevaluasi ulang izin pada drive jaringan bersama secara teratur untuk mencegah penyebaran ransomware ke drive yang dipetakan dan yang belum dipetakan. Administrator sistem dengan tingkat akses yang tinggi harus menghindari penggunaan akun admin mereka untuk email dan penjelajahan web.
"Ransomware tidak harus menjadi virus dalam organisasi Anda. Batasi akses ke data dan sistem file Anda kepada mereka yang memiliki bisnis untuk menggunakannya. Ini adalah praktik yang baik dan, seperti banyak rekomendasi yang kami buat di sini, mencegah berbagai serangan siber," papar NCSC.
Juga diperlukan backup file yang aman pada mesin yang tidak beresiko ransomware.
"Meeka akan meminta korban membayar uang tebusan. tapi Badan Kejahatan Nasional mendorong industri dan masyarakat untuk tidak membayar," kata NCSC.
Pusat ini juga menjalankan skema komersial yang disebut Cyber Incident Response, di mana perusahaan bersertifikat memberikan dukungan krisis kepada organisasi yang terkena dampak. [Independent]
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 14 Mei 2026: Sikat Hadiah 200 Shard Sebelum Reset Server
-
31 Kode Redeem FF Terbaru 14 Mei 2026: Panen Token Gintama dan Skin Angelic
-
5 Cara Menghapus Cache di iPhone agar Ruang Penyimpanan Lebih Lega
-
Nadiem Divonis Berapa Tahun? Begini Kronologi Sederhana Kasus Viral Chromebook
-
XLSMART Catat Pendapatan Tembus Rp11,84 Triliun di Awal 2026, Berkat Integrasi dan Ekspansi 5G
-
TWS Gaming Nubia GT Buds Debut: Desain Futuristik, Baterai Diklaim Tahan 40 Jam
-
Tantang POCO X8 Pro Max dan Xiaomi 17T Series, iQOO 15T Pamer Fitur Ray Tracing
-
15 HP Android Terbaru 2026 dari yang Termurah hingga Flagship, Mana Pilihanmu?
-
iQOO Neo 12 Diprediksi Bawa Chip Terkencang Qualcomm, Harga Bakal Lebih Mahal?
-
Daftar HP Samsung yang Kebagian One UI 9 Berbasis Android 17, Cek Galaxy Kamu Masuk atau Tidak