Suara.com - Komputer-komputer milik rumah sakit, perusahaan swasta, dan institusi pemerintahan di hampir seluruh dunia lumpuh pada Sabtu pagi waktu Indonesia akibat serangan sebuah program jahat bernama "Wannacry".
Program itu dijadikan senjata oleh kelompok peretas misterius yang juga menyasar Rumah Sakit Dharmais di Jakarta. Menurut Avast, sebuah perusahaan penyedia jasa keamanan komputer, ada sekitar 75.000 serangan ransomware Wannacry pada Sabtu dan terjadi di 99 negara di dunia.
Berikut ini adalah penjelasan ringkas tentang ransomware, cara kerjanya, dan sekilas seputar Wannacry.
Malware dan ransomware
Malware atau malicous software (program jahat) adalah program atau peranti lunak yang berbahaya terhadap komputer, demikian dijelaskan John Villasenor, pakar keamanan komputer pada University of California, Los Angeles, Amerika Serikat kepada AFP.
Sementara ransomware adalah salah satu tipe malware yang bekerja dengan cara mencuri kendali sebuah komputer dan menguncinya, sehingga tak bisa diakses oleh pemilik atau penggunanya. Kendali atas komputer itu akan diserahkan kembali jika sang pemilik memberikan dana atau uang tebusan.
Bagaimana komputer terinfeksi ransomware?
Dalam sebagian besar kasus, peranti berbahaya itu menginfeksi komputer melalui tautan atau attachment di dalam surat elektronik atau email.
Jika tautan atau attachment itu diklik, maka komputer akan segera terinfeksi oleh ransomware.
"Karenanya selalu dianjurkan untuk jangan pernah mengklik tautan dalam email," kata Jerome Segura, peneliti senior pada Malwarebytes, sebuah perusahaan penyedia software khusus anti-ransomware asal San Jose, AS.
Lalu, apa itu Wannacry?
Wannacry, atau lengkapnya "WanaCrypt0r 2.0", adalah salah satu tipe ransomware yang bekerja dengan cara mengunci file-file di dalam komputer sehingga tak lagi bisa diakses pemiliknya.
File-file itu seolah-olah sandera, yang disekap oleh para peretas, yang akan dibebaskan setelah pemilik komputer membayar sejumlah tebusan (ransom) dalam bentuk bitcoin.
Di mana saja Wannacry telah menyebar?
Chris Doman, peneliti keamanan siber dari AlienVault, sebuah perusahaan di Inggris, mengatakan bahwa Wannacry telah menyasar sejumlah institusi dan perusahaan di puluhan negara di Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika.
Sementara menurut catatan perusahaan keamanan siber Avast, pada Sabtu telah terjadi sekitar 75.000 serangan Wannacry di 99 negara.
Mengapa Wannacry begitu istimewa?
Wannacry bukan sekedar program jahat dengan modus meminta tebusan, tetapi juga sebuah "worm". Artinya, ketika ia berhasil menginfeksi sebuah komputer, program itu akan secara mandiri berusaha menyusup ke komputer lain, sehingga bisa menyebar dan mewabah dalam skala besar.
Ransomware biasanya mampu bermutasi, sehingga ia akan terus berubah seiring waktu untuk mencari celah atau cara berbeda agar bisa menyusup masuk ke dalam sistem operasi komputer.
Beberapa perusahaan keamanan siber mengatakan bahwa Wannacry memanfaatkan sebuah celah pada sistem Microsoft. Meski Microsoft, penyedia sistem operasi Windows, sudah menyediakan solusi untuk menutup celah itu pada Maret, tetapi tidak semua pengguna telah menginstal solusi tersebut pada komputer mereka.
Celah pada sistem Windows itu sendiri diyakini dibuat oleh badan intelijen Amerika Serikat, NSA. Celah itu merupakan satu dari sejumlah besar peranti peretasan yang dicuri sebuah kelompok hacker bernama "Shadow Brokers" dari sebuah server rahasia NSA. Peranti-peranti itu diumbar ke publik oleh Shadow Brokers pada April lalu.
Identitas Shadow Brokers sendiri masih misterius, meski sejumlah pakar keamanan siber yakin bahwa kelompok yang mulai muncul pada 2016 itu masih berhubungan dengan pemerintah Rusia. (AFP/Reuters)
Berita Terkait
-
Hacker Iran Retas Email Bos FBI Kash Patel, AS Gelar Sayembara Rp157 Miliar
-
AI Dimanfaatkan Hacker, Phishing dan Ransomware Kini Lebih Sulit Dideteksi
-
6 Fakta Dugaan Bank Jambi Dibobol Hacker, Uang Nasabah Dijamin Diganti
-
Waspada Ancaman Digital: Kenali dan Atasi Virus Komputer
-
Cara SIG Lindungi Infrastruktur Vital Perusahaan dari Serangan Hacker
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Cara Mendapatkan Natan Sanguine Steward Mobile Legends dan Tips Menggunakannya
-
5 Rekomendasi HP Android Kamera Terbaik 2026, Harga Mulai Rp5 Juta
-
6 Pilihan HP Baru Rp1 Jutaan RAM Besar, Cocok Buat Pelajar Anti Lemot
-
4 Pilihan HP Samsung Baterai Jumbo Mulai Rp2 Jutaan, Awet Dipakai Seharian
-
6 HP Rp2 Jutaan yang Tahan Banting: Performa Oke, Aman Dipakai Harian
-
Mengenal Handala Hack Team, Hacker Pro Palestina yang Serang Sistem FBI
-
3 Cara Mengunci Aplikasi di HP OPPO untuk Menjaga Privasi Data Anda
-
Mengenal Fitur Aplikasi The White House yang Dirilis Donald Trump, Tapi Picu Kecaman
-
Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia? Catat Waktu dan Cara Menyaksikannya
-
61 Kode Redeem FF 30 Maret 2026: Klaim Skin Gratis Sebelum Mega Update OB53 Tema Air