Suara.com - Pada 12 Mei lalu, sebuah serangan ransomware secara besar-besaran diluncurkan dan berhasil menyerang banyak organisasi di seluruh dunia. Para ahli dari Kaspersky Lab telah menganalisis data tersebut dan dapat memastikan bahwa subsistem perlindungan milik perusahaan berhasil mendeteksi setidaknya 45.000 upaya infeksi di 74 negara, yang mana kebanyakan terjadi di Rusia.
Ransomware tersebut menginfeksi korban dengan memanfaatkan kerentanan Microsoft Windows, yang dijelaskan dan diperbaiki pada Microsoft Security Bulletin MS17-010. Namun, sepertinya masih banyak organisasi yang belum memasang patch.
Adapun eksploitasi yang digunakan bernama "Eternal Blue" dan tersedia di internet berkat aksi peretasan yang dilakukan Shadowbrokers pada 14 April lalu.
Begitu berada di dalam sistem, penyerang memasang rootkit, yang memungkinkan mereka mengunduh perangkat lunak untuk mengenkripsi data. Kemudian malware mengenkripsi file.
Permintaan tebusan sebesar 600 dolar AS atau sekitar Rp7 jutaan dalam bentuk Bitcoin, juga ditampilkan bersamaan dengan dompetnya. Bahkan, permintaan tebusan pun meningkat dari waktu ke waktu.
Mellaui keterangan resminya, para ahli Kaspersky Lab saat ini sedang berusaha memahami apakah memungkinkan untuk mendekripsi data yang terkunci, karena serangan tersebut tujuannya tentu saja untuk membantu para korban dengan mengembangkan alat dekripsi sesegera mungkin.
Sementara itu, solusi keamanan Kaspersky Lab berhasil mendeteksi malware yang digunakan dalam serangan ini dengan nama deteksi berikut ini:
1. Trojan-Ransom.Win32.Scatter.uf
2. Trojan-Ransom.Win32.Scatter.tr
3. Trojan-Ransom.Win32.Fury.fr
4. Trojan-Ransom.Win32.Gen.djd
5. Trojan-Ransom.Win32.Wanna.b
6. Trojan-Ransom.Win32.Wanna.c
7. Trojan-Ransom.Win32.Wanna.d
8· Trojan-Ransom.Win32.Wanna.f
9· Trojan-Ransom.Win32.Zapchast.i
10·Trojan.Win64.EquationDrug.gen
11·Trojan.Win32.Generic (komponen System Watcher harus di enabled)
Untuk mengantisipasinya, Kaspersky memberikan tips yang perlu dilakukan.
1. Instal patch resmi dari Microsoft, menutup kerentanan yang digunakan dalam serangan tersebut
2· Pastikan solusi keamanan diaktifkan pada semua nodes di jaringan.
3. Jika menggunakan solusi Lab Kaspersky, pastikan solusi tersebut termasuk fitur System Watcher, yaitu komponen pendeteksi perilaku proaktif, dan fitur telah diaktifkan.
4. Jalankan proses Critical Area Scan di solusi Kaspersky Lab untuk mendeteksi kemungkinan infeksi sesegera mungkin (jika tidak maka akan terdeteksi secara otomatis, jika tidak dimatikan, dalam waktu 24 jam).
5· Reboot sistem setelah mendeteksi MEM: Trojan.Win64.EquationDrug.gen
6. Gunakan layanan Customer-Specific Threat Intelligence Reporting.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
32 Kode Redeem FF 4 Februari 2026, Sikat Skin Senjata G18 dan G36
-
Poco F8 Series Resmi Hadir di Indonesia, Naik Kelas Jadi The True Flagship
-
24 Kode Redeem FC Mobile 4 Februari 2026: Cara Klaim Haaland dan Trik Farming 5.000 Permata
-
5 Rekomendasi CCTV Rp200 Ribuan, Praktis Bisa Pantau Lewat HP Kapanpun
-
5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah dengan RAM Besar Terbaik
-
5 Rekomendasi HP Compact Murah Terbaik Februari 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
5 Tablet Murah 1 Jutaan untuk Cucu Nonton YouTube, Tahan Banting dan Baterai Awet
-
7 Rekomendasi Tablet Gaming Murah Anti Nge-Lag, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Konglomerat Indonesia dan Sri Mulyani Disebut-sebut di Epstein Files? Begini Penjelasannya
-
Nasib Borderlands 4 di Nintendo Switch 2: Dibatalkan atau Hanya Jeda?