Suara.com - Perkembangan zaman juga mendorong berbagai perkembangan di berbagai bidang, seperti kata-kata. Pernahkan Anda mendengar ungkapan zyzzyva?
Meski kata-kata itu bukan merupakan kata-kata resmi dalam bahasa Inggris. Jika pernah dan tidak mengerti artinya, Oxford English Dictionary (OED) mengidentifikasi lebih dari 600 kata, ungkapan dan indera yang telah memasuki bahasa umum.
Termasuk didalamnya "zyzzyva", genus kumbang tropis asli Amerika Selatan. Kata itu menggantikan zythum, istilah untuk bir kuno Mesir, sebagai entri terakhir OED.
Nama itu rupanya diciptakan oleh ahli entomologi AS Thomas Lincoln Casey, yang menggambarkannya dalam karya tahun 1922, kata OED.
"Zyzzyva dalam bahasa Inggris kini menjadi kata-kata terakhir dalam berbagai kamus, yang masing-masing mencakup OED," katanya.
Pembaruan triwulanan mencakup "post-truth", yang sebelumnya diumumkan oleh OED sebagai kata-kata pada tahun 2016, setelah referendum Brexit Inggris dan kemenangan presiden Donald Trump.
"Brexit" sendiri juga dibuat dalam kamus tahun lalu, memenuhi kriteria OED bahwa sebuah kata, frasa atau kata kunci baru yang harus ditampilkan dalam berbagai sumber cetak selama beberapa tahun.
OED mengatakan bahwa kutipan paling awal dari pengertian baru ini berasal dari episode 2000 dari drama TV AS "The West Wing: Did you know that leaf peeping was a thing?"
Memasuki turnamen Wimbledon tahun ini, ada 50 kata-kata baru yang berkaitan dengan tenis, seperti "forced error", "chip and charge" dan "career slam".
Baca Juga: Kamus Ini Diterbitkan untuk Jaga Kerukunan Umat di Indonesia
Penambahan lebih lanjut pada leksikon Inggris adalah chana dal, frase bahasa Hindi untuk buncis dan doenjang, pasta yang dibuat dari kacang kedelai fermentasi yang digunakan dalam masakan Korea. [Al Arabiya]
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana