Suara.com - Dunia siber global kini tengah dihebohkan dengan penyebaran ransomware Petya yang telah menyerang dan melumpuhkan sistem komputer di banyak negara.
Serangan Petya sendiri bermula dari Ukraina lalu menyebar ke sejumlah negara Eropa. Tak hanya Eropa, beberapa negara Asia seperti India dan Pakistan, juga turut menjadi korban.
Bagaimana dengan Indonesia sendiri?
Dalam penjelasan Wakil Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), Bisyron Wahyudi, belum ada laporan masuk mengenai infeksi Petya di Indonesia.
"Sejauh ini belum ada laporan mengenai Petya (di Indonesia). Belum ada laporan soal kasus Petya," ungkapnya di Jakarta, Jumat (30/7/2017).
Kendati demikian, pihaknya mengaku terus memantau perkembangan kasus secara live. Bisyron mengaku sudah beberapa kali melakukan sosialisasi ke beberapa instansi pemerintah.
Sementara itu, Menteri komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa dirinya telah berkordinasi dengan jajaran kabinet untuk senantiasa melakukan pencegahan terkait Petya.
"Kami mengimbau ke seluruh masyarakat untuk senantiasa melakukan backup data dan selalu menggunakan sistem operasi asli," kata Rudiantara.
Berita Terkait
-
Kaspersky Blokir 250 Ribu Serangan Ransomware di Asia Pasifik, AI Bikin Ancaman Makin Adaptif
-
AI Dimanfaatkan Hacker, Phishing dan Ransomware Kini Lebih Sulit Dideteksi
-
Ransomware Mengintai? Google Drive Luncurkan Fitur AI Pendeteksi dan Pemulih Otomatis
-
Kaspersky Ungkap Ancaman Siber Paling Banyak Serang Indonesia
-
2025: Era Baru Ransomware, Hacker Incar IoT dan Perangkat Pintar
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Axioo Hadir di Agres Karnaval Gadget 2026 Yogyakarta dengan Aktivitas AI dan Gaming
-
Review Drama No Tail to Tell, Kisah Asmara Atlet Sepak Bola dan Gumiho Gen Z
-
Tak Sekadar Pamer Produk, ADVAN Ajak Pengunjung Karnaval Gadget Jogja Coba Langsung
-
Guncang Jakarta! Bintang Padel Dunia Lucas Bergamini Takjub dengan Antusiasme Pemain Indonesia
-
Terapkan Sistem Skor Baru BWF, UNS dan UII Berjaya di Campus League Badminton Semarang 2026
-
432 Atlet Siap Berangkat, Tim Indonesia Day Bakar Semangat Kontingen Jelang Asian Games 2026
-
Masjid Al-Alawi Banjarmlati, Sokoguru Penjaga Jejak Arsitektur Jawa Kediri
-
Samsung Galaxy Watch Ultra2: Jam Tangan Pintar Premium dengan Baterai 800 mAh, Harga Rp10 Jutaan
-
Prakiraan Cuaca: Pekanbaru Waspada Kabut Asap, Padang Hujan Disertai Petir
-
5 Fakta Aturan Kuota Internet Dilarang Hangus, Operator Wajib Sediakan Refund