Suara.com - Mantan Presiden Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie resmi membuka gelaran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Habibie Festival 2017 di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017).
Dalam pembukaannya, Habibie menegaskan pentingya pembangunan mausia terhadap kemajuan suatu bangsa. Untuk itu diperlukan genarasi bangsa yang yang berkualitas.
"Masa depan Indonesia harus mengandalkan pada sumber daya manusia terbarukan. Maksudnya terbarukan berarti harus lebih baik dari generasi sebelumnya," ujarnya dengan gaya bicara yang khas.
Habibie juga melajutkan Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi bangsa yang maju. Salah satunya adalah bonus demografi Indonesia yang didominasi anak muda.
"Kita beruntung sumber daya manusia terbarukan itu 70 persen dari yang usianya lebih dari 35 tahun. Di eropa sebaliknya. Ini adalah alasan kita bisa maju," tutur Habibie.
Sementara itu, Ketua Umum Berkarya Indonesia Ilham Habibie menjelaskan bahwa pameran kali ini berbeda dari gelaran sebelumnya. Dalam gelaran tahun ini, teknologi-teknologi yang dipamerkan akan bersifat lebih umum.
"Kita ingin semua anggota keluarga dapat menikmati pameran ini. Untuk itu, kita bikin pameran yang lebih menyenangkan dari tahun sebelumnya," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Bekraf Habibie Festival mengusung tema "Technology and Innovation for People". Acara tersebut juga diikuti oleh lebih dari 100 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang.
Rangkaian acara yang akan berlangsung antara lain lomba balap drone, virtual reality, perakitan laptop, workshop, dan mobile planetarium. Acara Bekraf Habibie Festival akan berlangsung dari 7 hingga 13 Agustus 2017.
Berita Terkait
-
Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak
-
Menggali Sejarah Reformasi Indonesia di Buku Detik-Detik yang Menentukan
-
Habibie dan Etika Politik yang Hilang:Ketika Negara Menjadi Utang Politik
-
Kiprah B.J. Habibie dalam Sejarah Kebebasan Pers Indonesia
-
Komitmen Multipihak di SM Nantu-Boliohuto Cari Solusi Konkret Hadapi Tambang Ilegal
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Edukasi Pencegahan KDRT: FH UNY Gandeng 'Aisyiyah Sewon Utara Perkuat Relasi Keluarga Sakinah
-
Hunian Dekat Alam, Cara Baru Menikmati Hidup di Tengah Padatnya Kota
-
iCAR Indonesia Perluas Jangkauan Dealer di Kawasan Bisnis Jakarta
-
Truk Hantam 3 Motor di JLS Salatiga, 1 Orang Tewas
-
5 Lip Cream Wardah yang Tahan Lama dan Tidak Bikin Bibir Kering Sesuai Review
-
Resiliensi Kedaulatan Pangan Bahari & Sinergi Regenerasi Komunitas Desa Les
-
Jakarta Punya Aturan Baru: Pembangunan 30 Tahun ke Depan Tak Boleh Rusak Lingkungan
-
Gubernur Khofifah Terima Anugerah Bintang LVRI di Peringatan Hari Veteran Nasional 2026
-
Paspor Dicabut, Tanah Air Ikut Hilang: Jejak Eksil 1965 oleh Martin Aleida
-
Sampel Organ Sutrimo Diteliti di Laboratorium: Makan Waktu 2 hingga 3 Pekan