Suara.com - Nasib satelit Telkom 1 yang mendadak mengalami anomali, mulai mendapatkan titik terang. Hasil kajian sementara merekomendasikan satelit Tekom 1 dimatikan.
Rekomendasi tersebut diambil berdasarkan kajian bersama antara Telkom dengan Lockheed Martin selaku produsen satelit.
"Hasil kajian Telkom dengan Lockheed Martin itu rekomendasinya dilakukan shutdown (dimatikan)," papar Alex Sinaga selaku Direktur Utama Telkom di Jakarta, Selasa (12/9/2017).
Kendati demikian, Alex mengaku, tidak bisa memberikan tanggal pasti kapan satelit Telkom 1 akan dimatikan. Pasalnya, ia harus berkordinasi dengan Lockheed Martin untuk melakukan shutdown.
Dalam kesempatan yang sama, Alex juga membantah kabar burung yang menyatakan bahwa satelit Telkom 1 telah hancur berkeping-keping di luar angkasa. Ia mengklaim bahwa Telkom 1 masih hidup karena satelit tersebut masih mengirim sinyal telemetri ke stasiun pengendali Telkom di Cibinong.
"Maka saya bilang, istilah itu salah karena kami masih bisa berkomunikasi telemetri dengan Telkom 1," tambahnya.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa bisnis satelit memang penuh risiko sebab teknologinya cenderung rumit.
"Belum lagi jika bermasalah di luar angkasa. Makanya, bisnis satelit itu penuh risiko namun peminatnya banyak," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan