Suara.com - Pascatragedi penembakan Las Vegas yang menewaskan lebih dari 50 orang, YouTube memutuskan untuk melarang video tutorial modifikasi senjata. Video yang dilarang termasuk instruksi untuk memodifikasi senapan semi otomatis, sebuah taktik yang digunakan tersangka penembakan Las Vegas.
Perwakilan YouTube mengatakan, mereka telah menurunkan beberapa video tutorial yang menampilkan bump stock, sebuah alat yang dapat membuat senjata memuntahkan peluru lebih cepat.
"Setelah tragedi di Las Vegas, kami kini mengawasi video yang menunjukkan bagaimana cara mengubah senjata api agar api lebih cepat, dan kami memperluas kebijakan kami untuk melarang video sejenis ini," ungkap juru bicara YouTube menulis dalam sebuah email ke Newsweek.
Langkah ini merupakan perluasan dari kebijakan perusahaan yang ada terhadap konten berbahaya.
"Meskipun tampaknya tidak adil, kami melarang segala konten yang bermaksud untuk memicu kekerasan atau mendorong kegiatan berbahaya atau ilegal," bunyi halaman kebijakan YouTube.
Dijelaskan oleh Telegraph, platform media sosial mendapat sorotan ketat akhir-akhir ini karena dianggap memfasilitasi dan menjadi tuan rumah konten kekerasan.
Amazon, Facebook dan Google semuanya telah dikritik karena memiliki konten yang bisa menginspirasi dan membantu tindakan kekerasan.
YouTube dipaksa untuk meminta maaf awal tahun ini setelah memasangkan iklan pada konten-konten ilegal. Pascakejadian itu, pengiklan utama YouTube termasuk Marks & Spencer, McDonald dan L'Oreal langsung menghapus materi dari situs milik Google tersebut. (Newsweek/Telegraph)
Baca Juga: Berkat iPhone, Perempuan Ini Selamat dari Penembakan Las Vegas
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google
-
Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118