Suara.com - Pada Senin (16/10/2017) kemarin para astronom dan astrofisika di dunia bersuka cita. Komunitas yang biasanya menyendiri dan canggung itu bahkan mengundang para jurnalis untuk mewartakan ke dunia kegembiraan yang mereka rasakan.
Kegembiraan para ilmuwan itu sendiri dipicu oleh sebuah ledakan purba, yang terjadi sekitar 130 juta tahun silam - ketika dinosaurus masih menguasai Bumi, tetapi getarannya baru terasa di planet kita pada 17 Agustus lalu.
"Sungguh sebuah momen eureka!" bunyi siaran pers para astronom pada Senin lalu.
Ledakan itu, jelas para peneliti, dipicu oleh tabrakan antara dua bintang super-padat yang lazim disebut bintang neutron. Ledakan itu berlokasi di konstelasi Hydra, yang berjarak 130 juta tahun cahaya dari Bumi.
Informasi tentang ledakan itu sendiri tiba di Bumi dalam dua cara.
Pertama, ledakan itu memicu riak-riak pada ruang dan waktu yang disebut sebagai gelombang gravitasi. Riak-riak yang terasa selama 100 detik itu berhasil dibaca oleh dua pendeteksi gelombang gravitasi di Amerika Serikat dan di Eropa.
Kurang dari dua detik kemudian, sebuah satelit badan antariksa Amerika Serikat (NASA), mendeteksi adanya semburan sinar-sinar gamma dari lokasi yang sama.
"Kami telah menyaksikan sebuah sejarah tersingkap di depan mata kami sendiri: dua buah bintang neutron merapat, berputar-putar cepat, bertabrakan, dan menyebarkan puing-puing ke segala larah," jelas Benoit Mours, ilmuwan dari institut riset Prancis, CNRS kepada AFP.
Peristiwa itu telah mengungkap sejumlah teka-teki dalam ilmu fisika dan yang paling menarik adalah membuka asal-usul elemen-elemen berat di alam semesta seperti emas, platinum, uranium, dan merkuri.
Hasil citra teleskop menunjukkan bagaimana material-material itu tercipta dalam tabrakan tersebut.
"Ini menjelaskan bagaimana separuh atau lebih elemen berat di alam semesta tercipta melalui tabrakan seperti ini," kata Patrick Sutton, fisikawan AS yang turut mendeteksi ledakan itu menggunakan perangkat Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO).
Bintang neutron sendiri merupakan bintang mati, yang bahan bakarnya sudah terbakar habis. Diameternya biasanya cuma 20km, tetapi bobotnya lebih berat dari Matahari.
Terlalu cantik
Dalam teori para ilmuwan sudah memperkirakan bahwa jika dua objek eksotis bertabrakan di antariksa, maka akan tercipta riak-riak di lembaran ruang dan waktu - yang dikenal sebagai gelombang gravitasi.
Selain itu, tabrakan antarbintang itu juga akan menyemburkan radiasi energi besar yang disebut sebagai sinar gamma.
Pada 17 Agustus lalu, dua fenomena itu tertangkap oleh para ilmuwan. Detektor LIGO di AS dan Virgo di Italia berhasil mendeteksi getaran gelombang gravitasi itu.
Sekitar 1,7 detik kemudian, semburan sinar gamma tertangkap oleh teleskop Hubble yang melayang di orbit Bumi dan oleh ratusan teleskop di Bumi.
"Hanya dalam beberapa menit kami sudah yakin bahwa kami mendeteksi dua buah bintang neutron," jelas David Shoemaker, salah satu peneliti pada LIGO.
"Sinyal-sinyal itu sungguh sangat cantik," imbuh dia.
Ini adalah gelombang gravitasi kelima yang berhasil dideteksi oleh para ilmuwan sejak 2015 lalu. Gelombang gravitasi, yang diteorikan oleh Albert Einstein lebih dari 100 tahun lalu, pertama kali terdeteksi pada September 2015.
Gelombang gravitasi pertama itu, dan tiga gelombang lainnya, terdeteksi berasal dari tabrakan lubang hitam dan karenanya tak menghasilkan pancaran sinar sama sekali.
Tabrakan yang terdeteksi pada 17 Agustus lalu merupakan yang pertama yang disertai dengan pancaran sinar gamma.
Para ilmuwan berharap temuan ini bisa membantu mereka mengukur seberapa cepat alam semesta berkembang, berapa usia alam semesta, dan berapa banyak material di dalamnya.
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Dolar Melejit, Ini 5 HP Paling Worth It di 2026: Ada yang Cuma Rp1 Jutaan
-
Update Harga HP Baru Rilisan 2026 dari Berbagai Merek, Mulai Rp1 Jutaan
-
23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Mei 2026: Spesial Akhir Pekan Banjir Rank Up Koin
-
38 Kode Redeem FF Terbaru 31 Mei 2026: Klaim Cepat SG2 Golden dan MP40 Cobra
-
Terpopuler: HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik, Fenomena Langka Blue Moon pada 31 Mei 2026
-
Snapdragon C Resmi Diumumkan, Prosesor Baru Qualcomm untuk Laptop Murah, Baterai Tahan Seharian
-
Viral Game Simulasi Kereta Buatan Indonesia Banjir Pujian di Jepang, Grafis Menawan!
-
Deretan Fitur Ugreen EchoBuds Magic, Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
-
Asus TUF Gaming F16 dan A16 Resmi Pakai RTX 50-Series, Tangguh Berstandar Militer
-
Tablet Apa yang Cocok untuk Pelajar? 5 Pilihan Tab Rp1 Jutaan dengan Spek Dewa dan Baterai Badak