Suara.com - John Young, "astronot Amerika paling berpengalaman", yang menginjakkan kaki di Bulan pada progam Apollo dan memimpin misi ulang-alik luar angkasa pertama, meninggal dunia. Pernyataan ini disampaikan NASA, Sabtu (6/1/2018) waktu setempat.
Young menghembuskan napas terakhir pada Jumat malam setelah mengidap penyakit radang paru-paru, kata badan antariksa AS itu dalam pernyataan. Ia meninggal pada usia 87 tahun.
"Hari ini, NASA dan dunia kehilangan seorang perintis," kata pejabat pelaksana Kepala NASA Robert Lightfoot.
Young merupakan satu-satunya astronot yang terbang ke luar angkasa sebagai bagian dari program ulang-alik Gemini dan Apollo, serta astronot pertama yang telah melakukan perjalanan ke antariksa sebanyak enam kali.
Young pertama kali terbang sebagai astronot pada 1965. Saat itu, ia bergabung dengan Gus Grissom di Gemini3.
Gemini 3 merupakan pesawat pertama yang dikendalikan manusia pada program awal penerbangan luar angkasa pembawa manusia milik NASA. Program tersebut membantu badan antariksa AS itu mempersiapkan pendaratan Apollo di bulan.
Pada 1996, Young terbang ke angkasa luar sebagai Komandan Gemini 10, yang merupakan misi pertama untuk menyatu dengan dua pesawat antariksa dalam perjalanan penerbangan tunggal.
Ia juga mengitari Bulan dalam Apollo 10 pada 1969 dan mendarat di sana pada 1972 sebagai Komandan misi Apollo 16. Pada 1981, Young menjadi Komandan STS-1, misi ulang-alik luar angkasa pertama.
Sejumlah kalangan menganggap misi tersebut sebagai uji coba penerbangan paling berani dalam sejarah. Dua tahun kemudian, dalam STS-9, yang merupakan penerbangan luar angkasa terakhirnya, Young mendaratkan pesawat pesawat antariksa itu dengan api muncul di ujung pesawat.
Baca Juga: Wafat Pekan Lalu, Astronot Legendaris Ini Dimakamkan 16 Januari
Young pensiun dari NASA pada 2004.
"Karier Astronot John Young yang berlapis-lapis berlangsung selama tiga generasi perjalanan luar angkasa," kata Lightfoot.
"Dalam segala hal, dia (Young) adalah astronotnya astronot. Kami akan merindukannya," tutupnya. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
4 Rekomendasi HP Baterai Jumbo dengan Fitur Reverse Charging, Bisa Jadi Powerbank
-
56 Kode Redeem FF Max Terbaru 1 Juni 2026: Raih Skin MAG-7, SG2, dan Bundel Eclipse
-
5 Pilihan Smart TV 32 Inch Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Canggih dengan Fitur Modern
-
Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Menurut Review Pengguna
-
5 HP Midrange Paling Dicari Juni 2026: Chip Kencang, Skor AnTuTu 2,1 Juta Poin
-
Budget Rp3 Juta Dapat iPhone Apa? Ini 4 Pilihan HP yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic LUMIX L10, Tawarkan Fitur Zoom Ciamik
-
Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam
-
AS Perketat Larangan Chip AI China, Huawei hingga Alibaba Makin Gencar Kembangkan Alternatif Nvidia
-
Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital