Suara.com - Facebook telah dituduh melakukan pembuly-an karena mengirim email 'agresif'ke orang-orang saat mereka berhenti menggunakan akun mereka. Satu juta orang baru-baru ini meninggalkan jejaring sosial tersebut, yang memicu klaim bahwa serangan balik terhadap kekaisaran periklanan Zuckerberg yang menyebar luas sedang berlangsung.
Dikutip Metro dari Bloomberg, telah menerbitkan sebuah artikel panjang yang mengkritik Facebook karena menggertak pengguna yang mencoba menyapih dirinya dari media sosial. Pelanggaran yang dituduhkan terjadi ketika para refusenetik memilih berhenti menggunakan Facebook atau 'menonaktifkan' profil mereka, sebuah opsi yang menyimpan catatan akun sehingga dapat dipulihkan.
Terkadang, detoksifikasi pecandu Facebook dikirimi email yang memberitahukan tentang semua konten yang mereka terima atau semua postingan dari 'teman' yang telah mereka lewatkan. Yang lain menerima pesan yang tampaknya mengisyaratkan bahwa akun mereka telah diakses oleh orang lain.
"Sepertinya Anda mengalami masalah masuk ke Facebook," tulis email tersebut.
"Cukup klik tombol di bawah ini dan kami akan memasukkan Anda. Jika Anda tidak mencoba masuk, beri tahu kami."
Rishi Gorantala (35) dari Cile, menerima salah satu dari email ini.
"Isi surat yang mereka kirim pada dasarnya mencoba menipu Anda, seperti seseorang yang mencoba mengakses akun saya jadi saya harus masuk," katanya.
Facebook mengatakan bahwa ada banyak alasan mengapa pengguna dibombardir dengan email dan memberi tahu Bloomberg, pesan-pesan ini bukanlah "taktik re-keterlibatan".
"Kami selalu mencari cara untuk membantu orang mengakses akun mereka dengan lebih cepat dan mudah, terutama bila ada pemberitahuan dari teman yang mungkin mereka lewatkan," kata juru bicara Lisa Stratton.
Baca Juga: Kini Ada Cara Mengetahui Pengintip Akun Facebook Anda
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan