Suara.com - Komputer pembunuh akan mulai membantai manusia dalam satu atau dua dekade ke depan. Hal ini diungkap mantan bos Google.
Eric Shmidt mengatakan bahwa mesin cerdas buatan manusia (AI/Artificial Intelligence) seperti yang ada di dalam film-film akan terjadi dalam 20 tahun lagi.
Ini mungkin terdengar sangat menakutkan, tapi Schmidt menyarankan untuk tidak terlalu khawatir.
"Setiap orang segera ingin membicarakan semua skenario kematian yang terinspirasi dari film dan dengan yakin saya bisa memprediksi kepada Anda bahwa itu akan terjadi satu sampai dua dekade lagi. Jadi mari kita khawatirkannya, tapi mari kita khawatirkannya sebentar lagi," katanya di Konferensi Keamanan Munich, dikutip Metro dari Defence News.
Dia juga bersikeras bahwa umat manusia bisa mengendalikan ciptaannya yang mengerikan.
"Manusia akan tetap bertanggung jawab atas [AI] untuk sisa waktu. Hal lain yang ingin saya ingatkan semua orang, teknologi ini memiliki kesalahan serius di dalamnya dan seharusnya tidak digunakan yang melibatkan keputusan penting kehidupan," ujarnya.
Dia berkelakar, jika tidak ingin berada di pesawat terbang dimana komputer membuat semua keputusan intelijen tentang menerbangkannya.
Miliarder Elon Musk adalah salah satu dari banyak orang yang takut akan munculnya komputer pembunuh dan robot. Tahun lalu, mengatakan bahwa spesies kita hanya memiliki satu dari 10 atau bahkan satu dari 20 kemungkinan bertahan dari bangkitnya mesin.
Baca Juga: Cina Ingin 50 Persen Mobil Baru Diotaki Kecerdasan Buatan di 2020
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan