Suara.com - Komisi I DPR RI akan memanggil perwakilan operator telekomunikasi dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara terkait dengan kebijakan registrasi ulang kartu prabayar.
"Senin depan, kami mengundang Menkominfo dan operator seluler terkait evaluasi registrasi kartu SIM Prabayar," ujar Meutya Hafid, salah satu anggota Komisi I DPR usai acara usai acara "Diskusi Publik Menanti UU Perlindungan Data Pribadi" di Jakarta, Selasa (13/3/2018).
Pada kesempatan tersebut, jelas Meutya, DPR akan meminta kejelasan kepada operator dan Rudiantara terkait isu kebocoran data pelanggan, seperti nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK).
Meutya melanjutkan, kebocoran data pelanggan bisa saja terjadi lewat berbagai macam sumber. Salah satunya, duga Meutya, berasal dari penyelewangan yang dilakukan operator telekomunikasi.
"Sinyalnya ada, tetapi tentu kita harus buktikan, tapi sinyalnya ada. Makanya Komisi 1 akan memanggil operator dan juga Menkominfo untuk duduk bersama," lanjutnya.
Selain dari operator, Meutya menduga ada banyak jalur lain yang bisa digunakan oknum jahat untuk mengakes data NIK dan KK saat proses registrasi prabayar.
"Ini bisa dari sisi perbankan, bisa dari data pribadi kependudukan yang dilaporkan misalnya NIK, bisa juga dari macam-macam," lanjut perempuan yang juga pernah menjadi jurnalis ini.
Di tempat yang sama, Merza Fachys selaku Ketua Asosiasi Penyeleggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menegaskan bahwa operator telekomunikasi menjamin kerahasiaan data pelanggan seluler selama proses registrasi kartu prabayar
"Operator hanya mendapatkan validasi. Data seperti nama dan lainnya enggak pernah ikut," jelas Presiden Direktur Smartfren ini.
Berita Terkait
-
Biaya Akses Data Biometrik di Dukcapil Naik 3 Kali Lipat, ATSI Keberatan
-
Komdigi Diminta Stop Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik, Bisa Bikin Sengsara Seumur Hidup
-
Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik, Mengapa Kemkomdigi Tak Boleh Serampangan?
-
Duh! Karyawan Toko Ponsel Menggunakan Data Pelanggan untuk Pra-registrasi 135 Kartu SIM Ilegal
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
5 Rekomendasi HP Gaming Rp1 Jutaan Terbaru 2026
-
35 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 24 Maret 2026, Ada Bug Hadiah Gratis Tanpa Starpass
-
Berapa Harga Samsung Galaxy A17 Sekarang? Cek Update Terbaru Maret 2026
-
5 Rekomendasi HP Gaming Mulai Rp1 Jutaan Maret 2026, Anti Ngelag dan Baterai Awet
-
5 HP Harga Rp2 Jutaan dengan Kamera Terbaik dan RAM Besar, Cocok untuk Multitasking dan Fotografi
-
Update Harga iPhone Maret 2026, Setelah Lebaran Bakal Naik?
-
Tecno Spark 50 5G Muncul di Teaser: Desain Baru Lebih Stylish, Siap Rilis dengan Baterai Jumbo?
-
5 Cara Jaga Silaturahmi Setelah Lebaran via WhatsApp: Tips Praktis Biar Tetap Dekat Meski Jauh
-
Nothing Headphone (a), Harga Rp2 Jutaan, Audio Premium dan Baterai Tembus 135 Jam
-
7 HP Harga Rp2 Jutaan dengan Kamera Terbaik dan RAM Besar untuk Multitasking