Suara.com - Mike Hughes, yang dikenal sebagai salah satu pendukung teori Bumi datar di Amerika Serikat, akhirnya berhasil terbang menggunakan roket buatannya sendiri. Ia terbang, tentu saja, untuk membuktikan bahwa Bumi itu datar, bukan bulat.
"Mad" Mike, demikian ia dijuluki, terbang menggunakan roket berbentuk tabung pada Sabtu 24 Maret pekan lalu. Ia terbang dari gurun Mojave, dekat Amboy, California, AS.
Mike berhasil terbang setelah sebelumnya sempat dua kali gagal pada Februari kemarin. Kegagalan pertama karena pemilik lahan, tempat dia memasang roketnya, menolak memberi izin. Sementara kegagalan kedua karena masalah teknis.
Tetapi pada akhir pekan lalu lelaki 61 tahun itu akhirnya berhasil. Ia bersama roketnya terbang setinggi 572 meter, sebelum mendarat lagi di Bumi menggunakan parasut.
Ketika berhasil mendarat, kepada kantor berita Associated Press, dia mengaku puas dan lega.
"Saya lelah mendengar orang menuding saya pengecut dan menuduh saya berbohong telah membangun roket," kata Hughes.
Lalu apakah Hughes berhasil membuktikan bahwa Bumi datar?
Hughes tampaknya gagal. Hanya mencapai ketinggian sekitar 500 meter, tak seorang pun bisa melihat bentuk Bumi yang bulat. Hughes sendiri tadinya ingin membuat apa yang disebutnya sebagai "Rockoon" - roket yang bertenaga gas - yang ketika sampai di ketinggian tertentu akan memisahkan diri dan membawa Hughes ke ketinggian 110km.
Di ketinggian itu Hughes akan mampu memotret Bumi dan melihat bentuk planet kita sebenarnya. Kita bisa melihat bulatan Bumi di ketinggian minimal 35.000 kaki atau sekitar 10,7km.
"Apakah saya percaya Bumi berbentuk kepingan Frisbee? Ya, saya percaya. Apakah saya yakin? Tidak. Itulah alasan mengapa saya ingin pergi ke luar angkasa," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
3 Cara Cek Battery Health di HP Android, Lengkap dengan Tips agar Awet
-
Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian