Suara.com - Publik diminta untuk waspada dan melapor jika menerima telepon terputus atau missed call dari nomor luar negeri, demikian dikatakatan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Jakarta, Senin (2/4/2018).
Setyo mengatakan kepolisian, melalui Direktorat Siber Bareskrim Polri tengah menelusuri kasus sambungan telepon terputus dari nomor luar negeri yang diduga bertujuan untuk menguras pulsa nomor penerima. Ini dikenal dengan modus penipuan Wangiri.
"Kami selidiki dan himbau juga masyarakat yang pernah mendapat missed call itu supaya mereka lapor, supaya paling tidak kami bisa mengecek mereka dapat telepon dari nomor berapa," kata Setyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.
Setyo mengatakan pihaknya masih mengalami kesulitan untuk menyelidiki kasus tersebut lantaran belum ada laporan masuk dari masyarakat.
"Ini kan paling tidak antarnegara, kami harus kerjasama dengan Interpol. Kalau sekarang kami enggak punya data karena belum ada yang melapor," ujar Setyo.
Menurut Setyo, penipuan Wangiri ini pun bukan hanya menyasar masyarakat Indonesia.
"Tidak hanya di Indonesia. Menyasarnya secara acak. Jadi mereka ambil pulsa secara acak ke seluruh dunia dengan teknologi," kata Setyo.
Sebelumnya pengamat keamanan siber Pratama Persadha mengatakan praktik penipuan Wangiri sudah pernah terjadi sebelumnya di Swedia pada 2013. Menurutnya, jaringan yang bermain ini sudah sangat berpengalaman.
“Praktik wangiri ini sudah sangat sering dilakukan. Harus ada upaya pencegahan, salah satunya dengan menelusuri darimana nomor masyarakat Indonesia itu bisa didapatkan oleh para pelaku. Kemungkinan nomor didapatkan dari internet, baik secara gratis maupun berbayar,” terangnya.
Untuk mencegah agar tidak banyak yang menjadi korban, Pratama mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panggilan balik. Selanjutnya, masyarakat perlu melaporkan kasus ini ke operator seluler terkait.
“Bagi pemilik nomor prabayar mungkin pulsanya akan tersedot habis. Namun, bagi pemilik kartu pasca bayar, tagihannya bisa membengkak luar biasa bila nomornya melakukan panggilan balik ke nomor wangiri tersebut,” jelas chairman lembaga riset keamanan siber CISSReC ini.
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Strategi Digital by.U Picu Lonjakan Partisipasi hingga 97% di KOREA KAJA Vol.2
-
Motorola Edge 70 Fusion Muncul di Geekbench, Pakai Chipset Snapdragon Menengah
-
Segera Meluncur, Huawei nova 14 Pro Bawa Kamera Ultra Chroma dan Dual Front Camera Rasa Flagship
-
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Angin Kencang 24-25 Januari, Wilayah Mana yang Terdampak?
-
38 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 24 Januari: Raih Kiper Icon dan Pemain 115-117
-
Platform E-Commerce Industri Berbasis AI Ini Dorong Transformasi Industri 4.0
-
57 Kode Redeem FF Terbaru 24 Januari: Ada Evo Groza, Diamond, dan Token Jujutsu Gratis
-
Oppo Reno15 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Andalkan Kamera 200MP hingga Baterai Jumbo 7.000 mAh
-
Berlatar Jepang, Fitur Baru Forza Horizon 6 Terinspirasi Anime 'Initial D'
-
Terpopuler: Update Kode Redeem FC Mobile Terbaru, HP Lipat Oppo Find N6 Siap Debut?