Tekno / Sains
Sabtu, 24 Januari 2026 | 12:03 WIB
Ilustrasi angin kencang. (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • BMKG rilis peringatan dini angin kencang di Indonesia periode 24-25 Januari.
  • Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia memicu pertumbuhan awan hujan.
  • Wilayah Jawa, Bali, hingga NTT berstatus siaga hujan lebat dan angin.

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini angin kencang dan hujan lebat untuk sejumlah wilayah periode 24-25 Januari 2026.

Terdapat setidaknya belasan wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang dan hujan lebat menjelang akhir bulan ini.

BMKG memprakirakan bahwa sejumlah wilayah mengalami peningkatan intensitas hujan sebagai akibat dari cuaca ekstrem.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini. Dinamika atmosfer saat ini memang menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan Indonesia, namun dengan kesiapsiagaan yang baik dan terus memantau informasi resmi dari BMKG, kita dapat meminimalisir risiko bencana," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dikutip dari laman resminya.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan terdapat sejumlah faktor teknis yang memengaruhi kondisi cuaca sepekan ke depan.

Yaitu, adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.

Peningkatan curah hujan terjadi menjelang akhir Januari 2026. (BMKG)

Menurut penjelasan Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, Indonesia tengah menghadapi kombinasi fenomena atmosfer yang memicu cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026.

Faktor utamanya adalah kemunculan Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia yang bergerak ke arah barat.

Pergerakan ini menciptakan pola pertemuan dan belokan angin yang membentang dari Sumatra hingga Nusa Tenggara, sehingga produksi awan hujan di wilayah selatan Indonesia meningkat drastis.

Baca Juga: Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Paparkan 11 Prioritas

Kondisi ini diperparah oleh penguatan Monsun Asia yang membawa seruakan dingin (cold surge) dari daratan Asia.

Dampaknya terlihat pada peningkatan kecepatan angin di Laut Cina Selatan serta pertumbuhan awan hujan yang masif di selatan ekuator.

Di saat yang sama, aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Equator, dan Kelvin—yang ditandai dengan nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif—semakin memperkokoh pembentukan awan Cumulonimbus.

"BMKG meminta masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam merencanakan aktivitas luar ruang, perjalanan darat, laut, maupun udara," tulis BMKG melalui keterangan resminya.

Kehebohan di Media Sosial

Pengguna media sosial ramai membahas adanya angin kencang di wilayah mereka. Sejumlah netizen yang membahas angin kencang dan hujan lebat nampak berasal dari daerah Jawa Tengah, Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Load More