Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan Facebook berpotensi dipidana di Indonesia setelah diketahui data lebih dari sejuta pengguna Facebook di Tanah Air diambil oleh Cambridge Analytica, sebuah lembaga analis data politik di Inggris.
Sebelumnya Facebook, pada Rabu (4/4/2018), mengumumkan bahwa data dari 1.096.666 pengguna Facebook Indonesia telah secara ilegal diserahkan kepada Cambridge Analytica.
"Hari ini ada informasi kalau sejutaan data user kita masuk. Jadi saya panggil Facebook ke kantor saya sore ini habis rapat terbatas," kata Rudiantara ketika ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta.
"Mereka bisa kena sanksi administrasi sampai sanksi pidana. Sanksi pidana sampai 12 tahun penjara dan denda sampai Rp12 miliar," tegas dia.
Tak tanggung-tangung, Rudiantara juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Tito Karnavian terkait masalah ini.
Facebook sendiri kini sedang disorot di seluruh dunia karena skandal yang melibatkan Cambridge Analytica. Diketahui data milik 87 pengguna Facebook di dunia telah diambil lembaga yang berbasis di Inggris tersebut.
Jumlah pengguna terbesar yang datanya diambil berasal dari Amerika Serikat. Di negara itu, lebih dari 70 juta pengguna yang terdampak. Data-data mereka dimanfaatkan oleh Cambridge Analytica untuk merancang kampanye Donald Trump dalam pemilihan umum 2016 silam.
Facebook Indonesia, ketika dihubungi Suara.com terkait ancaman Rudiantara itu pada Rabu petang mengaku belum bisa memberikan kometar.
"Kami enggak bisa komentar. Lihat yang di newsroom aja," kata Lead Communication Facebook Indonesia, Putri Dewanti dalam perbincangan via telepon di Jakarta.
Berita Terkait
-
India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook
-
Cuma Modal Video Selfie, Begini Cara Dapat Centang Biru Gratis di Facebook
-
Peluang Kreator Lokal Tembus Pasar Global, Meta Perluas Terjemahan AI ke Bahasa Indonesia
-
Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru
-
Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global
-
Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35
-
Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?
-
Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa
-
Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI
-
Nasib THR Ojol Usai Jadi UMKM: Bukan Pekerja Formal, Ikut Perjanjian Kemitraan
-
Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor
-
Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater
-
Toyota Mulai Data Calon Pemilik Land Cruiser FJ di Indonesia
-
PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak