Suara.com - Studi yang dilakukan firma keamanan Security Research Labs (SRL) mengungkapkan bahwa beberapa produsen ponsel Android menyepelekan patch keamanan yang penting.
Diketahui, Google meluncurkan pembaruan keamanan setiap bulan agar ponsel Android tetap aman. Pembaruan itu mencakup perbaikan bug atau celah keamaman.
Studi tersebut menunjukkan beberapa produsen ponsel tidak menyertakan semua patch dalam pembaruan keamanan.
"Studi besar kami tentang ponsel Android menemukan bahwa sebagian besar vendor Android secara teratur lupa menyertakan beberapa tambalan, sehingga meninggalkan risiko di ekosistem," kata studi tersebut dilansir theguardian.com.
Dalam catatan SRL, produsen premiun seperti Sony dan Samsung hanya melewatkan satu patch. Sementara, OnePlus dan Nokia melewati satu hingga tiga patch.
Selain itu, HTC, Huawei, LG dan Motorola dilaporan melewatkan tiga hingga empat patch. Yang paling parah adalah TCL dan ZTE yang rata-ta melewati empat patch.
Dalam kasus tertentu, beberapa produsen ponsel bahkan mengubah tanggal suatu patch lama sehingga terlihat seperti baru.
“Kami menemukan beberapa vendor yang tidak menginstal satu patch pun tetapi mengubah tanggal patch maju beberapa bulan. Itu penipuan yang disengaja,” kata pendiri SRL, Karsten Nohl.
Walaupun melewati satu pembaruan patch tidak terlihat membahayakan, para peretas tetap dapat menyatukan beberapa celah keamanan untuk mendapatkan data pengguna.
Baca Juga: Buntut 'Partai Setan', Amien Rais Dilaporkan ke Polisi
Sementara itu, Pemimpin Keamanan Produk Android, Scott Roberts, mengatakan akan bermitra dengan SRL untuk meningkatkan mekanisme pendeteksian ponsel yang sudah melakukan update.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung