Suara.com - Facebook akhirnya membalas surat Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo soal kebocoran data 1,09 juta pengguna di Indonesia.
"Kami sudah menerima surat balasan dari Facebook per tanggal 25 April 2018," kata Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, dalam keterangan resminya.
Mengenai isi suratnya, kata Semuel, menjelaskan beberapa langkah yang telah dilakukan Facebook. Salah satunya adalah proses audit kebocoran data yang masih berjalan.
"Perkembangan proses audit akan diinformasikan ke pemerintah Indonesia," tambahnya.
Semuel melanjutkan, Facebook sudah membatasi akses dan pemutusan aplikasi CubeYOU dan Agregate IQ. Kedua aplikasi tersebut dicurigai memiliki modus yang sama dengan aplikasi Cambridge Analytica.
"Selain surat tersebut, saya juga mendapat kabar bahwa ada petinggi Facebook yang akan datang ke Indonesia untuk menjelaskan perkembangan lebih lanjut ke pemerintah Kominfo," jelas pria yang akrab disapa Sammy tersebut.
Pada prinsipnya, Semuel mengatakan pemerintah akan melakukan segala upaya agar penyalahgunaan data tidak terulang lagi di Indonesia.
Salah satu upaya yang saat ini sedang dilakukan pemerintah adalah mempercepat draft final RUU Perlindungan Data Pribadi. Selanjutnya, draft tersebut akan diserahkan ke DPR.
Baca Juga: Berlebihan Saat Membersihkan Hidung Bisa Picu Infeksi
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!