Suara.com - Seorang lelaki tunarungu asal Singapura bernama Razali Bin Mohamad (48) telah kehilangan 80 persen fungsi pendengarannya sejak kecil ini. Uniknya, dia diketahui bisa 'berkomunikasi' dengan burung dan hal tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Razali mulai bekerja di Jurong Bird Singapura lebih dari dua dekade lalu dan sekarang menjabat sebagai wakil kepala penjaga burung. Tuli sejak kecil, dia telah mengembangkan ikatan yang lebih dekat dengan para burung di area tersebut dan mendapat julukan dari pekerja lain sebagai "pembisik burung".
Dilansir dari NDTV, ia mengaku berkomunikasi dengan burung-burung itu melalui gerutuan, isyarat dan bahasa tubuh. Kepada AFP Razali menambahkan bahwa ia mengenali burung-burung itu lewat perilaku dan kepribadian mereka.
"Semua burung ini adalah teman saya," ungkapnya, mencoba untuk berkomunikasi melalui gerakan dan bahasa Melayu.
Razali pun mengaku bahwa berkomunikasi dengan rekan-rekannya lebih menantang daripada dengan burung-burung tersebut.
Seorang asisten kurator bernama Angelin Lim mengatakan bahwa Razali memiliki cara berkomunikasi yang tidak semua orang bisa lakukan.
"Hanya dengan melihat, dia tahu apakah burung itu baik atau tidak," ucapnya.
Di taman burung yang menampung lebih dari 5000 jenis burung itu, Razali memimpin sekitar selusin staf dan memberikan instruksi dengan membuat berbagai gerakan tangan yang rumit, kemudian membaca bibir rekan-rekannya untuk melihat respon mereka.
Baca Juga: Terinspirasi Kaum Tunarungu, Trisouls Gandeng Surya Sahetapy
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut