Suara.com - Warganet dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang menampilkan tindakan perusakan dan dugaan persekusi terhadap pedagang jasa penukaran uang di Jalan Raya Cilegon, Banten, tepatnya 50 meter setelah pusat perbelanjaan Ramayana Cilegon, Rabu (13/6/2018).
Video berdurasi 3 menit 49 detik ini viral di aplikasi sosial media. Dalam video tersebut, pelaku melakukan perusakan dengan cara membanting meja dan merusak papan nama.
Akibat perusakan tersebut, berbagai uang dengan pecahan Rp 1.000 hingga Rp 20.000 berhamburan di jalan dan menjadi pusat perhatian pengendara dan pemudik yang melintas di jalan tersebut.
Selain itu, pelaku menyebut telah berkoordinasi dengan Polres Cilegon serta menunjukkan tanda pengenal media.
Di akhiri video, sang perekam mengatakan "Saya melaporkan dari kota Cilegon, Provinsi Banten, Salam SCTV."
Ditemui sejumlah wartawan, korban yang bernama Dirwanto menjelaskan kronologis kejadian yang menimpa dirinya.
"Awalnya datang dua orang itu, (pelaku bertanya) per seratus (Rp 100 ribu) berapa. Saya bilang ambil 15 persen. (Pelaku bertanya ke korban) kalau saya nukernya banyak (gimana), (saya bilang) dikurangi 13,5 persen. Terus dituker," kata Dirwanto saat ditemui di Kota Cilegon, Banten.
Usai menukarkan uang, pelaku yang belakangan diketahui bernama Baron bersama temannya yang mengendarai Nissan Grand Livina warna silver bernomor polisi B 1920 CT, mendatangi lokasi semula. Ia kemudian mengacak-ngacak lapak penukaran uang yang berada di bahu jalan.
"Pas itu, dia langsung mengangkat meja dan membuang uang Rp 50 juta itu, dan setelah dikumpulin kurangnya Rp 2,5 juta," terangnya.
Baca Juga: Pelatih Jerman Syok Dengar Kabar Pemecatan Lopetegui
Sedangkan koresponden SCTV wilayah Banten, mengaku akan melaporkan kejadian itu ke Polres Cilegon karena telah mencemarkan nama baik wartawan dan SCTV.
"Ini saya lagi menunggu surat kuasa dari kantor. Suratnya dikirim sama driver ke sini (Cilegon)," kata Ariel Maranoes, koresponden SCTV, saat ditemui di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten
Ariel berharap, pihak kepolisian bisa memberikan pelajaran dan hukuman yang pantas kepada pelaku yang bernama Baron, yang belakangan diketahui merupakan anggota dari LSM BMPP.
"Polisi harus tegas. Saya laporkan ke polisi pencemaran nama baik dan UU ITE," imbuhnya.
Hingga berita ini ditayangkan, korban Dirwanto tengah diperiksa penyidik kepolisian sebagai korban. (Anggi Muda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat
-
Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup