Suara.com - Maskot Asian Games 2018 diwakili oleh tiga hewan yang bernama Bhin-bhin, Atung, dan Kaka. Yang berwujud badak bercula satu bernama Kaka.
Badak bercula satu merupakan hewan yang dilindungi di Indonesia. Bahkan oleh organisasi internasional IUCN (International Union for Conservation of Nature), hewan ini jumlahnya sangat terbatas di bumi sehingga negara setempat wajib melindunginya.
Kaka di Asian Games 2018 disimbolkan sebagai gambaran mengenai kekuatan. Bhin-bhin, Atung, dan Kaka jika digabungkan akan menjadi Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan semboyan negara tercinta kita.
Ternyata, maskot Asian Games ini mempunyai fakta-fakta unik yang jarang kita ketahui. Berikut beberapa fakta mengenai badak bercula satu:
1. Hewan yang Terancam Punah
Dikutip dari Savetherhino, ancaman terbesar badak bercula satu adalah perburuan manusia. Selama berabad-abad, badak telah dibunuh untuk dijadikan ajang olahraga serta tanduk mereka diburu karena langka.
Di pasar gelap, tanduk badak merupakan benda langka yang senilai dengan berlian.
Badak bercula satu banyak ditemukan di India dan Nepal. Di Indonesia, hewan ini dapat ditemukan di Ujung Kulon. Keberadaan Badak bercula satu diperkiran hanya mencapai ribuan di seluruh dunia.
Di zaman dahulu, para Kaisar Mughal menggunakan badak bercula satu untuk dipertandingkan melawan gajah sebagai acara hiburan. Di akhir pertandingan biasanya badak yang menang. Untungnya, acara hiburan itu sudah tidak diizinkan sekarang.
Baca Juga: Ini Alasan Ilmiah Pemain Sepak Bola Hobi Memuntahkan Air Minum
2. Karakter Fisik yang Khas
Badak bercula satu bisa mencapai berat 1800 sampai 2700 kg. Hewan ini merupakan spesies badak terbesar kedua di dunia setelah badak putih. Kulitnya memiliki ketebalan hingga 4 cm.
Dari tebal kulit sebesar 4 cm tersebut, 2 cm digunakan untuk aliran darah yang membantu termo-regulasi.
Dengan adanya hal tersebut, badak bercula satu mampu mengatur suhu tubuhnya sendiri sehingga dapat bertahan dalam berbagai kondisi cuaca.
Untuk fakta lain dari badak bercula satu yang menjadi Maskot Asian Games 2018 ini bisa disimak di Hitekno.com.
Berita Terkait
-
5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
-
Ketika Hutan Tak Lagi Aman: Nasib Badak Kalimantan Kini di Ujung Tanduk Harapan
-
Melihat Keajaiban Alam yang Menanti di Taman Nasional Ujung Kulon
-
Vivo Y31d Resmi Masuk Indonesia, HP Rp2 Jutaan dengan 'Baterai Badak'
-
Gedung Parkir Berlantai Dua Ambruk di Jakut, Bocah Ketakutan Dengar Suara Retakan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis