Tetapi kelompok lain mengatakan bahwa Homo floresiensis berasal dari cabang lain dalam pohon keluarga manusia, berkembang dari spesies Homo erectus yang fosil-fosilnya banyak ditemukan di Jawa.
Pada 2007 Herawati Sudoyo, pakar genetik dari Eijkman Institute, Bandung membawa beberapa sampel Homo floresiensis ke Green, yang ketika itu masih bekerja untuk Max Planck Institute for Evolutionary Anthopology di Jerman.
Tetapi sayangnya Green dan timnya tak berhasil memperoleh DNA dari fosil-fosil itu.
"Kami sama sekali kebingungan," aku Green.
Orang-orang Rampasasa
Beberapa tahun kemudian, Green dkk membuat dua penemuan penting. Pertama mereka menemukan bahwa manusia modern dan manusia purba Eropa, Neanderthals, pernah berkawin-mawin. Sekitar 1 persen dari DNA manusia modern di luar Afrika berasal dari manusia purba yang telah punah itu.
Kedua, mereka menemukan satu cabang baru hominin yang dinamai Denisovan, yang juga ternyata pernah berkawin silang dengan manusia modern. Jejak DNA Denisovan banyak ditemukan di orang-orang Asia Timur, Australia, dan Pasifik Selatan.
Dalam sebuah konferensi sains tahun 2012, Green dan Sudoyo kembali bertemu. Dalam kesempatan itu mereka membahas tentang Homo floresiensis dan menyadari bahwa mungkin mereka sama sekali tak perlu mencari DNA dari manusia purba Flores tersebut.
Mereka menduga, bahwa orang-orang di Rampasasa merupakan keturunan dari Homo floresiensis dan karenanya masih membawa DNA dari manusia purba tersebut.
Pada 2013 mereka terbang ke Flores dan bertamu ke Rampasasa. Mereka, dengan izin tetua adat setempat, mengambil sampel ludah dari 32 warga desa.
Di saat bersamaan, ilmuwan lain melakukan analisis ulang terhadap fosil Homo floresiensis. Hasilnya mengejutkan, karena diketahui bahwa usia fosil tersebut ternyata lebih tua, yakni sekitar 60.000 tahun.
Penemuan itu membantah teori sebelumnya yang menyebutkan bahwa manusia modern - yang diperkirakan mulai menginjakkan kaki di Flores sekitar 50.000 tahun silam - pernah hidup berdampingan bersama Homo floresiensis di pulau purba itu selama puluhan ribu tahun.
Sampel DNA orang Rampasasa itu kemudian diserahkan kepada Serena Tucci, seorang peneliti yang kini bekerja di Princeton University, AS. Mereka lalu membandingkannya dengan DNA manusia dari seluruh dunia.
Hasilnya ditemukan bahwa orang Rampasasa memiliki sangat sedikit DNA Neanderthal atau Denisovan. Sementara ada sebagian lain DNA orang Rampasasa yang sama sekali tak mirip dengan DNA manusia modern, Neanderthal, atau Denisovan.
Tucci menyimpulkan bahwa orang-orang Rampasasa bukan keturunan Homo floresiensis.
Berita Terkait
-
Perubahan Iklim dan Letusan Gunung Jadi Penyebab Punahnya Hobbit Flores
-
Rahasia Perbedaan Wajah Neanderthal dan Manusia Modern Akhirnya Terungkap
-
Sulawesi Mengubah Sejarah Migrasi Manusia Purba
-
Lamine Yamal Diduga Sewa Manusia Kerdil di Pesta Ulang Tahunnya, Terancam Investigasi
-
Museum Bukuran Jadi Pusat Konservasi Fosil dan Benda Purbakala
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
72 Kode Redeem FF Max Terbaru 15 April: Klaim Arrival Animation dan Gloo Wall Undersea
-
Terpopuler: Bocoran Harga HP Gaming Redmi K90 Max, 5 HP Vivo Kamera Bagus dan RAM Besar
-
Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta
-
23 Kode Redeem FC Mobile 14 April 2026, Kejutan Spesial EA dan Persiapan Event Baru
-
Tips Memilih Power Bank yang Aman Dibawa Naik Pesawat, Ini 5 Rekomendasi Terbaik
-
24 Kode Redeem FF 14 April 2026, Siap-siap Mystery Shop Kolab Gintama Segera Rilis di Server Indo
-
Strategi PB ESI Siapkan Timnas Indonesia untuk Ajang Global ENC 2026
-
Bocoran Harga Redmi K90 Max, HP Gaming dengan Dimensity 9500 dan RAM 16 GB
-
RedMagic Gaming Tablet 5 Pro Bocor, Usung Layar OLED 185Hz dan Snapdragon 8 Elite
-
IGRS Kembali Trending, Spoiler Penting Game James Bond 007 First Light Bocor