Suara.com - Caucher Birkar, seorang pengungsi asal Kurdi yang kini mengajar di Universitas Cambridge, Inggris dinobatkan sebagai salah satu penerima medali Fields, yang juga sering disebut sebagai Nobel Matematika, pada Rabu (1/8/2018).
Para pemenang medali Fields itu diumumkan di Rio de Janeiro, Brasil - yang juga menjadi kota di Amerika Latin pertama yang menjadi tuan rumah perayaan pengumuman penghargaan tersebut.
"Saya berharap kabar ini bisa membuat 40 juta orang itu tersenyum," kata Birkar, pakar geometri aljabar yang kini berusia 40 tahun, mengacu pada rekan-rekan sebangsanya di Timur Tengah.
Birkar lahir di sebuah desa di Provinsi Marivan, kawasan etnis Kurdi yang terletak di dekat perbatasan antara Irak dan Iran.
"Kurdistan bukan tempat yang cocok bagi anak-anak untuk mengembangkan ketertarikan pada matematika," kata dia.
Ia berkuliah di Universitas Teheran, Iran. Di kampus itu, kenang Birkar, ia pernah berangan-angan menjadi pakar matematika kenamaan ketika melihat foto para pemenang medali Fields sebelumnya.
Birkar kemudian mengajukan suaka politik dan memperoleh kewarganegaaran Inggris. Di negara itu ia berkembang menjadi salah satu ahli matematika paling brilian saat ini.
Medali Fields diberikan kepada mereka dengan pencapaian tertinggi dalam dunia matematika dan khusus bagi para ilmuwan yang berusia di bawah 40 tahun. Setiap tahun minimal dua orang - atau maksimal empat orang - menerima medali Nobel Matematika ini.
Tahun ini Birkar memenangkannya bersama Alessio Figalli, matematikawan Italia berusia 34 tahun dari ETH Zurich, Swiss.
"Sampai sekolah menengah, satu-satunya minat dia (Figalli) adalah bermain sepak bola," bunyi pernyataan International Congress of Mathematicians (ICM), organisasi yang memberikan anugerah tersebut.
Tetapi minat Figalli berubah ketika ia mengikuti Olimpiade Matematika Internasional. Dari titik itu ia tergila-gila pada matematika dan menjadikannya salah satu ilmuwan ulung dalam bidang hitungan variasi dan persamaan diferensiasi parsial.
Pemenang ketiga adalah seorang ilmuwan asal Jerman, Peter Scholze. Lelaki 30 tahun yang mengajar di Universitas Bonn itu dikenal sebagai pakar geometri aritmatika aljabar.
Sementara peraih Nobel Matematika keempat tahun ini adalah Akshay Venkatesh, lelaki 36 tahun kelahiran India yang besar di Australia. Ia dikenal sebagai jenius sejak belia dan telah menamatkan kuliah di bidang matematika dan fisika pada usia 13 tahun di University of Western Australia. Ia kini bekerja di Universitas Stanford, AS. (AFP)
Berita Terkait
-
Mendagri Instruksikan Percepatan Pemindahan Pengungsi Bencana Sumatra ke Hunian Layak
-
Kasatgas Tito: Pengungsi Berkurang Signifikan dan Roda Ekonomi Kembali Berputar
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
Jumlah Pengungsi Banjir Sumatera Menurun
-
Tinjau Lokasi Terdampak Bencana, Kasatgas Tito Makan Bareng Pengungsi di Dusun Seulemak
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Perbandingan Samsung Galaxy S26 Ultra vs Samsung Galaxy S25 Ultra, Duel HP Flagship Ternama
-
Terpopuler: Mantan Presiden Iran Ungkap Ampuhnya Mossad, Bisakah Gadai TV dan Smartwatch?
-
Cara Gadai TV di Pegadaian untuk Mendapatkan Dana Darurat Cepat
-
43 Kode Redeem FF 2 Maret 2026: Persiapan SG2 Ramadan dan MP40 Fire Rate Tinggi
-
23 Kode Redeem FC Mobile 2 Maret 2026: Trik Gacha Legenda Timnas dan Gems Gratis
-
Uji Daya Tahan Baterai, Samsung Galaxy S26 Ultra Kalah dari iPhone dan Xiaomi 17 Pro Max
-
Jadwal MPL ID Season 17 Week 1: BTR vs Dewa United Laga Pembuka, RRQ Tantang ONIC
-
7 Roster EVOS Resmi di MPL ID Season 17, Macan Putih Siap Bangkit!
-
Apa itu Pintar BI? Layanan Penukaran Uang Online Menjelang Lebaran 2026
-
Apakah Bisa Gadai Smartwatch di Pegadaian untuk Dana Darurat?