Suara.com - Selaras dengan peluncuran fitur indikator baterai dari Google Maps ada pertanyaan menarik: bagaimana bila gara-gara pemakaian aplikasi ini malahan menyedot energi lebih cepat?
Tenang saja, tak perlu menyalahkan fitur atau si aplikasi, karena temuan-temuan cerdas itu bertujuan memudahkan dan membantu pengguna. Selalu ada langkah penghematan baterai, seperti dilansir The Indian Express.
Satu rumusan perlu diingat, bahwa dengan melakukan googling atau penggunaan aplikasi berkecepatan lebih tinggi, otomatis berdampak menguras energi baterai lebih cepat. Apalagi bila yang dilakukan ponsel cerdas mencakup banyak hal dalam satuan waktu sama atau sekaligus. Seperti sembari membuka situs, juga menjalankan sederet aplikasi, serta streaming.
Begini empat trik yang bisa dilakukan pada pengguna gawai.
1. Matikan layanan Satnav atau GPS yang ada di gawai Anda.
Khususnya di bagian location option dengan menyentuh tombol penunjuk lokasi.
2. Ubah aplikasi yang menyedot tenaga baterai terbanyak ke posisi tidak aktif.
Pada menu setting, pilih bagian battery saving dan device only, sehingga opsi GPS, Wi-Fi, Bluetooth sampai jaringan provider bisa ditiadakan. Langkah ini jelas menghemat kondisi baterai.
3. Lakukan cache atau clear data.
Setiap kali melakukan browsing dan updating, selalu ada jejak ditinggalkan di area penyimpanan data. Bila dibersihkan, bakal turut mengurangi cepatnya baterai tiris.
4. Suka atau tidak suka, kembali ke versi lama.
Hal ini juga berlaku untuk aplikasi Google Maps. Sebelum dibersihkan, lakukan backup terlebih dahulu untuk data lama, sehingga bisa dipanggil bila diperlukan. Baru lakukan cache dan clear. Baterai Anda pun memiliki waktu "hidup" lebih lama.
Baca Juga: Jangkau Nasabah Baru, FWD Life Luncurkan Asuransi Bebas Handal
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil