Suara.com - Millie Smith, seorang nenek asal Edmonton, bagian utara London, berusia 82 tahun tak bisa menyembunyikan rasa girangnya, saat pohon pisang di tamannya tumbuh dan mulai berbuah.
Bagi masyarakat Indonesia, tanaman buah ini terbilang subur. Tanpa dibudidayakan saja bisa tumbuh di berbagai lokasi. Namun bagi sebuah negeri empat musim, hal itu adalah sebuah "prestasi".
Sekaligus bukti, bahwa telah terjadi modifikasi cuaca alami, yang menyebabkan tanaman dari negara-negara tropis mampu hidup di Britania Raya. Meskipun bersifat non-permanen.
Sang nenek ceria ini, Eyang Smith, menyatakan terus-terang bahwa ia bukanlah pakar berkebun, namun iseng memelihara tanaman buah dengan harapan suatu saat bakal ada yang berhasil. Termasuk pohon pisang. Bibitnya sudah dirawat di taman belakang rumah sejak tujuh tahun silam! Namun tentu saja tak kunjung berbuah.
Bibit pohon pisang ini diberikan kenalannya pada 2011 dan sebanyak sembilan anakan pohon menampakkan pertumbuhan. Setiap musim gugur tiba, dengan telaten Eyang Smith menudungi tanaman-tanaman pisangnya dengan semacam kantong plastik hitam supaya tidak beku. Lantas di musim semi kantong dibuang, begitu seterusnya kurun bertahun-tahun.
Sementara gelombang panas atau heatwave saat ini terus bertiup di negeri Ratu Elizabeth II. Aliran udara hangat mengalir dari Portugal dan Spanyol, demikian dilansir media Metro dari Britania Raya. Temperatur pun bertahan pada kisaran 34 derajat Celcius.
Kondisi itu membentuk temperatur hangat yang terhitung stabil sehingga pohon pisang Eyang Smith mulai berbuah. Sementara aslinya, tanaman ini tumbuh di lokasi lebih hangat, contohnya Kepulauan Karibia serta Indonesia.
Terjadinya replikasi cuaca seperti di kawasan tropis ini membuat tanaman pisang terus tumbuh. Besaran temperatur udara bagi pembiakan pohon ada di kisaran 30 derajat Celcius dan suhu di London saat ini tentu saja melebihi persyaratan temperatur yang dibutuhkan si pohon pisang.
"Bertahun-tahun sudah Ibu begitu sabar mengurus, hanya belum beruntung," komentar putri Eyang Smith, Suzanne Smith.
Baca Juga: Persib Masih Pimpin Klasemen Liga 1, Mario Gomez: Saya Tak Kaget
"Barulah sekarang kelihatan berbunga dan siap berbuah. Ada tiga pohon sukses berbunga dan dua lagi malahan sudah berbuah. Saya yakin, beliau satu-satunya perempuan di London yang berhasil memelihara pohon pisang sampai berbuah!"
Eyang Smith yang berbahagia menelpon semua kawan-kawan dekatnya buat menikmati keelokan pohon-pohon pisang di kediamannya.
"Semua kawan saya takjub dan mengunjungi taman mungil di belakang rumah yang kini serasa seperti sebuah taman di negara tropis," bangga Eyang Smith.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Ribuan Santri Meriahkan Persiapan Pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang
-
Bongkar Fakta, Apakah Air Mawar Viva Bisa Dijadikan Micellar Water?
-
Harga Cabai Meledak, Bahan Pokok Lain Justru Mulai Turun
-
Antisipasi Demo Besar, 18.504 Personel Disiagakan di Jakarta Pusat
-
Babe Haikal Apresiasi Langkah Bobby Nasution Majukan Industri Halal Bagi UMKM Sumut
-
Sempat Tegang Gara-Gara Satpol PP, Massa Depan DPR Dengungkan 'Jaga Jakarta'
-
Paparkan Gagal-Berhasilnya Ekonomi, Aktivis Mahasiswa: Kritik Anggota DPRD Medan Harus Pakai Data
-
Mitchell Baker Satu-satunya Pemain yang Selamatkan Muka Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Aktivis GMNI Dijemput Polisi dari Rumahnya, Diduga Terkait Jaringan Anarko
-
Diminta Fokus Bisnis Konstruksi, Waskita Karya Bubarkan Waskita Bali Mandara