Suara.com - Sebuah panti pijat bernama Toranoana VR Relaxation di Tokyo, Jepang, menawarkan pengalaman dipijat oleh para terapis virtual cantik bagi para pelanggannya dengan memanfaatkan teknologi virtual reality (VR).
Dengan bantuan perangkat VR, pengunjung dapat merasakan sensasi dipijat oleh gadis-gadis virtual cantik, meski kenyataannya yang memijat sebenarnya dilakukan oleh para karyawan panti pijat.
Saat menggunakan perangkat VR, para pengunjung dapat melihat bagaimana para terapis virtual itu bekerja. Perangkat VR yang digunakan dalam layanan ini adalah HTC Vive yang memiliki harga jual sekitar Rp 12.000.000.
Proses memijat sendiri belangsung selama 30 menit dan hanya tersedia selama Agustus kemarin. Toranoana VR Relaxation sendiri baru akan diresmikan pada tahun depan.
Layanan pijat menggunakan VR ini dihargai 3.000 yen sampai 3.500 yen atau sekitar Rp 400.000 hingga Rp 467.000.
Toranoana VR Relaxation terletak di wilayah Akihabara yang terkenal sebagai red light district di Tokyo. Selain pijat dengan teknologi VR, di daerah ini juga tersedia layanan menonton film dewasa dengan kacamata VR.
Berita Terkait
-
Kontroversi 'Totok Sirih' di Palembang, Ini Tahapan Pijat Bayi yang Benar Menurut IDAI
-
5 Mobil Listrik dengan Kursi Pijat, Perjalanan Jauh Anti Pegal
-
Viral Terapi Balita Bikin Ngeri, Diduga Berkedok Pengobatan Tradisional
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Game Ninja Turtles Empire City Segera Debut, Padukan Fitur Canggih di Platform VR
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!