Suara.com - Instagram diketahui tengah menguji coba prototipe pengaturan privasi baru yang memungkinkannya untuk berbagi riwayat lokasi (Location History) pengguna dengan Facebook.
Artinya, riwayat lokasi dari koordinat GPS pengguna yang dikumpulkan Instagram, bahkan ketika pengguna tidak menggunakan aplikasi, akan bisa dilacak Facebook dan membantu media sosial pimpinan Mark Zuckerberg itu untuk menargetkan pengguna dengan iklan dan merekomendasikan konten yang relevan.
Data geo-tag atau proses menambahkan metadata geografis akan muncul di log Aktivitas Profil Facebook pengguna yang akan menampilkan peta lokasi dari tempat-tempat yang telah dikunjungi. Dilansir dari Tech Crunch, pengaktifan riwayat lokasi akan memberikan izin produk Facebook, seperti Instagram dan Messenger, untuk menggunakan informasi lokasi melalui Location Service di perangkat pengguna.
"Location History adalah setelan yang memungkinkan Facebook untuk membuat riwayat lokasi akurat yang diterima melalui Layanan Lokasi di perangkat pengguna. Saat Location History diaktifkan, Facebook secara berkala akan menambahkan lokasi akurat pengguna saat ini ke Location History pengguna bahkan jika pengguna meninggalkan aplikasi," tulis sebuah keterangan yang dikutip dari Tech Crunch.
Untungnya, pengaturan pelacakan lokasi ini dapat dinonatifkan kapan saja di Pengaturan Lokasi pengguna. Ketika Location History dimatikan, Facebook akan berhenti menambahkan informasi baru ke Location History yang dapat dilihat di Pengaturan Lokasi.
Facebook mengklaim bahwa Location History akan membantu pengguna menjelajahi apa yang ada di sekitar pengguna, mendapatkan lebih banyak iklan relevan, dan membantu meningkatkan Facebook.
Sementara itu, perwakilan Facebook mengatakan bahwa pihaknya belum memperkenalkan pembaruan ke pengaturan lokasi pengguna dan belum diketahui apakah fitur ini benar-benar akan diluncurkan serta kapan waktu peluncurannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum
-
Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam
-
7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun
-
4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik
-
Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!
-
POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal
-
Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya