Suara.com - Makalah ilmiah akhir Stephen Hawking telah dirilis dan berhubungan dengan salah satu topik utama dalam karir 56 tahun fisikawan itu.
Pekerjaan itu selesai pada hari-hari sebelum kematian Hawking pada bulan Maret lalu. Ini menjawab pertanyaan apakah lubang hitam menjaga informasi pada barang-barang yang jatuh ke dalamnya.
Beberapa peneliti percaya informasi ini dihancurkan, tetapi yang lain mengatakan bahwa ini melanggar hukum mekanika kuantum.
Undang-undang ini mengusulkan bahwa segala sesuatu di dunia kita dapat dipecah menjadi informasi, misalnya, string 1s dan 0s. Selain itu, informasi ini tidak boleh hilang, bahkan jika itu tersedot ke lubang hitam.
Tapi Hawking, membangun karya Albert Einstein, menunjukkan bahwa lubang hitam memiliki suhu. Dan karena benda panas kehilangan panas ke angkasa, lubang hitam akhirnya harus menguap dan menghilang.
Lubang hitam sendiri adalah daerah di ruang di mana gravitasi begitu kuat sehingga tidak ada yang ditarik masuk dapat melarikan diri.
Menulis dalam Guardian, salah satu dari rekan penulis studi, Malcolm Perry, dari University of Cambridge, mengatakan, "Apa yang ditemukan Hawking adalah bahwa dalam fisika lubang hitam, tampaknya ada ketidakpastian yang lebih besar daripada mekanika kuantum."
"Itu mungkin tidak penting, kecuali bahwa lubang hitam adalah benda fisik nyata. Ada lubang hitam besar di pusat-pusat banyak galaksi," tambahnya.
Jika suatu objek memiliki suhu, ia juga akan memiliki properti yang dikenal sebagai entropi.
Baca Juga: Westminster Abbey, Peristirahatan Terakhir Profesor Hawking
"Entropi adalah ukuran dari berapa banyak cara yang berbeda untuk membuat objek dari bahan mikroskopisnya dan masih terlihat sama," kata Prof Perry.
Dia mengatakan bahwa dia mendiskusikannya dengan Hawking sesaat sebelum dia meninggal, tetapi tidak menyadari profesor itu sakit.
"Sangat sulit bagi Stephen untuk berkomunikasi dan saya mengenakan loudspeaker untuk menjelaskan di mana kami harus melakukannya. Ketika saya menjelaskannya, dia hanya menghasilkan senyuman yang luar biasa," jelas Prof Perry.
Makalah baru menunjukkan secara matematis bahwa entropi lubang hitam dapat direkam oleh partikel cahaya (foton) yang mengelilingi cakrawala peristiwa lubang hitam. Cakrawala peristiwa adalah batas atau titik tanpa kembalinya, di mana melarikan diri dari tarikan gravitasi dari lubang hitam menjadi tidak mungkin, termasuk untuk cahaya.
Patina cahaya di sekitar lubang hitam telah dijuluki "rambut lembut".
"Apa yang kertas ini lakukan adalah menunjukkan bahwa 'rambut lembut' dapat menjelaskan entropi," kata Prof Perry.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten