Suara.com - Hago segera meluncurkan game interaktif berbasis Augmented Reality “Catch Hago Monster” untuk pengguna Indonesia. Di awal peluncurannya, aplikasi ini akan menggelar kontes “Catch Hago Monster” yang akan dimulai pada 4 – 12 November 2018 dengan hadiah smartphone Honor 8X dan berbagai hadiah menarik lainnya senilai miliaran rupiah.
Untuk mengikuti keseruan kontes memburu monster ini, setiap pemain cukup mengunduh aplikasi Hago di App Store dan Google Play Store. Dengan teknologi Augmented Reality, permainan “Catch Hago Monster” ini akan terhubung dengan kamera ponsel pemain untuk memproyeksikan monster-monster dalam waktu dan tempat nyata di sekitar pemain.
Setiap tantangan yang diselesaikan, pemain akan memenangkan hadiah utama smartphone Honor 8X ataupun hadiah seru lainnya.
“Indonesia adalah pasar yang sangat strategis bagi kami. Untuk itu, kami ingin semakin mendekatkan diri dengan setiap pengguna setia kami dengan menghadirkan Catch Hago Monster khusus untuk Indonesia. Dengan menargetkan populasi urban yang bertumbuh pesat, besarnya potensi industri gaming serta basis pengguna kami yang besar, game ini membawa pengalaman gaming yang imersif dengan teknologi augmented reality yang menyenangkan dan mudah dimainkan,” ujar Cyra Capanzana, Hago Regional Business Development, SEA melalui keterangan resminya.
“Tidak hanya untuk bermain game, pengguna akan terus kembali karena mereka bisa menemukan teman baru dan terhubung dengan orang-orang yang memiliki minat dan hobi yang sama.” tambah Cyra.
Menurut riset, Indonesia diperkirakan memiliki lebih dari 60 juta pemain gim mobile dan dipercaya akan terus bertumbuh mencapai 100 juta pemain pada 2019-2020. Sejak diluncurkan di Indonesia pada bulan April lalu, Hago telah menjadi aplikasi populer di negara ini dan telah menduduki peringkat 1 di App Store dan Google Play store selama beberapa bulan berturut-turut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan