Suara.com - Buat Anda yang senang berselancar di dunia maya, tentu memahami berbagai bentuk risiko, terutama soal informasi pribadi yang tersebar. Tapi tentu bukan itu yang Anda mau bukan?
Tidak salah jika tiba-tiba terlintas di pikiran Anda untuk menghapus atau menonaktifkan akun di semua media sosial. Jadi, bagaimana cara menghapus diri sendiri dari internet mencegah perusahaan-perusahaan ini memperoleh info Anda?
Jawaban singkat: tidak bisa. Sayangnya, Anda tidak pernah dapat menghapus sepenuhnya dari internet, tetapi ada cara untuk meminimalkan jejak online Anda, yang akan menurunkan kemungkinan data Anda keluar dari sana. Inilah beberapa cara untuk melakukan hal itu.
Namun, berhati-hatilah menghapus informasi Anda dari internet, dapat mempengaruhi kemampuan Anda berkomunikasi dengan lingkungan.
1. Hapus atau nonaktifkan akun belanja, jejaring sosial, dan layanan web Anda
Pikirkan tentang jejaring sosial mana Anda memiliki profil. Selain dari yang besar, seperti Facebook, Twitter, LinkedIn dan Instagram, apakah Anda masih memiliki akun publik di situs seperti Tumblr, Google+ atau bahkan MySpace? Situs belanja mana yang Anda daftarkan?
Untuk menyingkirkan akun-akun ini, masuk ke pengaturan akun Anda dan cukup cari opsi untuk menonaktifkan, menghapus atau menutup akun Anda. Bergantung pada akun, Anda mungkin menemukannya di bawah Keamanan atau Privasi, atau sesuatu yang serupa.
Jika Anda mengalami masalah dengan akun tertentu, coba cari online untuk "Cara menghapus", diikuti dengan nama akun yang ingin Anda hapus. Anda dapat menemukan beberapa petunjuk tentang cara menghapus akun tertentu.
Jika karena alasan tertentu Anda tidak dapat menghapus akun, ubah info di akun menjadi sesuatu selain info jujur seputar pribadi Anda.
Baca Juga: Kemkominfo: Sudah 54 Persen Orang Indonesia Akses Internet
2. Hapus diri Anda dari situs pengumpulan data
Ada perusahaan di luar sana yang mengumpulkan informasi Anda. Mereka disebut pialang data dan mereka memiliki nama seperti Spokeo, Whitepages.com, PeopleFinder, serta banyak lainnya.
Mereka mengumpulkan data dari semua yang Anda lakukan secara online dan kemudian menjual data tersebut ke pihak yang berkepentingan, sebagian besar untuk lebih khusus mengiklankan kepada Anda dan menjual lebih banyak barang kepada Anda.
Sekarang Anda dapat mencari sendiri situs-situs ini dan kemudian menangani setiap situs secara individual untuk menghapus nama Anda. Masalahnya adalah prosedur untuk memilih keluar dari setiap situs berbeda dan terkadang melibatkan pengiriman faks dan mengisi dokumen fisik yang sebenarnya.
Cara yang lebih mudah untuk melakukannya adalah menggunakan layanan seperti DeleteMe di Abine.com. Seharga 129 dolar AS / tahun, layanan ini akan melompat melalui semua lingkaran monoton untuk Anda. Ia bahkan akan memeriksa kembali setiap beberapa bulan untuk memastikan nama Anda belum ditambahkan kembali ke situs-situs ini.
Namun, jika Anda menghapus diri sendiri dari situs-situs pialang data ini, maka sebagian besar akan menghapus diri Anda dari hasil pencarian Google. Ini yang membuatnya lebih sulit bagi orang untuk menemukan Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar