Suara.com - Kata hashtag kini menjadi salah satu "bahasa" kekinian. Siapa sangka, ternyata sistem penulisan paling awal ditemukan oleh bangsa Sumeria pada sekitar 3.400 SM. Namun simbol berusia 40 ribu tahun, bisa menjadi bahasa tertulis awal di dunia. Termasuk hashtag paling awal diketahui yang hampir sama dengan emoji universal yang kita kenal saat ini.
Seorang peneliti sekaligus ahli paleoantropologi, Genevieve von Petzinger, menjelaskan bahwa simbol kuno tersebar pada 52 gua di seluruh dunia.
Penelitian tentang simbol yang diukir di dinding gua di seluruh dunia termasuk penniform (bentuk bulu), claviforms (bentuk kunci) dan simbol tangan sangat menarik untuk diungkap lebih dalam.
Ilmuwan masih belum bisa menjelaskan apa arti tulisan kuno tersebut. Namun yang pasti, bangsa prasejarah ternyata memiliki simbol kuno untuk bahasa tertulis mereka.
Itu berarti terdapat selisih waktu puluhan ribu tahun, sebelum bangsa Sumeria menciptakan tulisan yang dapat dimengerti.
Ilmuwan masih belum bisa menjelaskan apa arti tulisan kuno tersebut. Namun yang pasti, bangsa prasejarah ternyata memiliki simbol kuno untuk bahasa tertulis mereka.
Itu berarti terdapat selisih waktu puluhan ribu tahun, sebelum bangsa Sumeria menciptakan tulisan yang dapat dimengerti.
Sebanyak 32 tanda berhasil ditemukan oleh Petzinger dan telah ia presentasikan pada acara TED Talks.
"Selama puluhan ribu tahun, nenek moyang kita tampaknya secara konsisten dengan simbol yang mereka gunakan," kata von Petzinger dikutip dari Open Cultural.
Baca Juga: Debat Pilpres 2019 Kedua, Twitter Diramaikan 4 Hashtag
Peneliti melihat sistem tersebut sebagai akumulasi dari migrasi manusia modern dari Afrika ke Eropa.
Simbol yang telah berusia puluhan ribu tahun itu diketahui tersebar di benda-benda kuno.
Mereka tidak hanya ditemukan di gua-gua, tetapi juga terukir di gigi rusa yang dirangkai dalam kalung kuno.
Peneliti memprediksi bahwa simbol berusia 40 ribu tahun (termasuk hashtag) adalah ekpresi pemikiran simbolis yang muncul dari tradisi tertentu pada suku kuno.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali