Suara.com - Belum lama ini sebuah penelitian berhasil mengungkap penyebab hilangnya sebuah kota di Amerika Serikat (AS) secara misterius. Uniknya, proses pengungkapan ini dilakukan peneliti dengan menggunakan jejak tinja manusia.
Penelitian yang diterbitkan Prosiding National Academy of Sciences, mengungkap hilangnya sebuah kota prasejarah yang berada di daerah St. Louis, Amerika Serikat bernama Cahokia.
Cahokia dulunya terkenal sebagai kota trendi yang memiliki populasi lebih besar dari penduduk London pada tahun 1250. Sayangnya, kota ini secara mengejutkan ditinggalkan tanpa diketahui penyebab yang pasti.
Para peneliti lalu melakukan penelitian di daerah tersebut dengan menggunakan tinja manusia. Dilansir dari Science Daily, para peneliti percaya jika molekul feses kuno dapat membantu para ilmuwan untuk memahami bagaimana perubahan iklim menjadi salah satu penyebab hilangnya kota misterius tersebut.
Para peneliti tersebut membandingkan jumlah molekul tinja pada lapisan sedimen di salah satu danau yang ada di kota tersebut ditemukan terjadinya kekeringan dan banjir di Cahokia.
Kekeringan dan banjir di Cahokia membuat para penduduk kota ini untuk berpindah dan meninggalkan kota ini. Dengan menggunakan data iklim dari sampel danau dan populasi artefak di lahan kering, para peneliti menemukan alasan hakiki dari perubahan yang terjadi di lingkungan tersebut.
Selain menggunakan molekul tinja untuk mengungkap penyebab kota misterius di Amerika Serikat ini menghilang. Para peneliti juga menggunakan molekul tersebut untuk mengetahui populasi di Cahokia.
Pasalnya, manusia pada zaman itu sering buang air besar di danau. Tinja tersebut akan mengendap ke dasar danau dan menjadi saksi bisu dalam catatan sejarah.
Semakin banyak populasi manusia yang hidup di kota tersebut, maka semakin banyak pula jumlah tinja yang terkandung pada dasar danau.
Baca Juga: Demi Live Streaming, Bocah 11 Tahun Bobol Tabungan Pensiun Kakeknya
Hasil temuannya, manusia yang hidup di Cahokia lalu memilih pindah secara perlahan usai daerahnya terancam kekeringan dan hasil panennya tidak berhasil.
Sayangnya, hal tersebut tidak dapat terjadi di kehidupan manusia modern, mengingat sangat sulit menemukan daerah yang kaya sumber daya. Cahokia kini menjadi sejarah Amerika Serikat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
TV OLED dengan Dukungan NVIDIA G-SYNC, Hadirkan Pengalaman Main Game Tanpa Lag
-
Kolaborasi Honkai Star Rail dan Fortnite, Hadirkan Skin Spesial dan Berbagai Keseruan
-
5 Smart TV 24 Inci 4K Murah, Visual Jernih untuk Nonton Maupun Monitor PC
-
4 Prompt Gemini AI Terbaik untuk Hasil Foto Analog Tahun 1994 yang Ikonik
-
Smart TV Murah dan Bagus Merk Apa? Ini 3 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
-
Swing Kencang, Sinyal Ngebut: Telkomsel x Topgolf Hadirkan Paket Golf + Internet
-
Bagaimana Ma Wara Al-Nahar di Jakarta Akan Berlangsung dan Mengapa Dunia Islam Menaruh Perhatian
-
Perang Melawan Scam: AI Indosat Hadang 2 Miliar Ancaman Digital dalam 6 Bulan
-
Apakah HP Kemasukan Air Bisa Diperbaiki? Ini 5 Rekomendasi Ponsel Tangguh Tahan Air
-
Daftar Harga HP Honor Terbaru Februari 2026, Lengkap dengan Tablet