Suara.com - Facebook mengumumkan beberapa pembaruan yang dirancang untuk mengurangi jangkauan konten berbahaya dan berita palsu di dalam platformnya. Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah group. Facebook mengatakan bagi group yang berulang kali berbagi berita palsu, sekarang akan mendapatkan jangkauan ke lebih sedikit orang di News Feed.
Tak hanya itu, beberapa fitur di WhatsApp yang berfungsi untuk mengurangi kesalahan informasi sekarang juga hadir ke Messenger. Facebook mengatakan sudah mulai menghadirkan fitur tersebut untuk memberi tahu pengguna ketika pesan telah diteruskan kepada mereka serta "tombol konteks" sehingga pengguna dapat mencari lebih detail tentang informasi yang telah mereka kirim.
Facebook juga membuat beberapa perubahan seputar fast-cheching stories. Associated Press sekarang akan mulai memeriksa fakta beberapa video di Amerika Serikat dan Facebook akan mulai menyematkan "Trust Indicators" ketika pengguna mengklik untuk melihat konteks di dalam publikasi.
Selain melakukan perubahan untuk membatasi penyebaran informasi palsu, Facebook juga membuat beberapa perubahan kecil yang dirancang untuk menjaga keamanan pengguna. Perubahan tersebut termasuk alat pemblokiran dalam layanan Messenger.
Alat pemblokiran yang lebih rinci dalam Messenger mencakup meningkatkan pengawasan terhadap moderasi group ketika menentukan apakah suatu kelompok melanggar aturan, menambahkan lebih banyak informasi di sekitar "kualitas halaman", membiarkan pengguna menghapus postingan dan komentar dari group bahkan setelah meninggalkan group, dan membawa lencana profil terverifikasi ke Messenger.
Dilansir dari The Verge, Facebook sendiri diketahui telah berusaha melawan penyebaran berita palsu. Upaya-upayanya termasuk menambah pemeriksa fakta hingga membatasi penyebaran cerita-cerita yang bermasalah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan