Suara.com - Para arkeolog belum lama ini menemukan cakar beruang berusia 4.500 tahun di makam Zaman Batu yang berada di Polandia. Tidak hanya cakar beruang, para arkeolog juga menemukan kerangka manusia dan kerangka anak kecil yang sudah terpotong-potong.
Sebelumnya, seorang penduduk desa menemukan situs pemakaman tersebut saat sedang membuat galian. Situs tersebut lalu diperiksa oleh para arkeolog yang tergabung dalam Science in Poland di bawah pengawasan Kementrian Sains dan Pendidikan Tinggi negara tersebut.
Dari penggalian tersebut, para arkeolog menemukan rongga yang mengarah ke pintu masuk besar dari ruangan tempat ritual mengerikan dilakukan.
Di tempat tersebut, para arkeolog menemukan kerangka pria dewasa dan seorang anak kecil yang sudah dipotong-potong. Tepat di rongga yang terdapat di bawah pintu masuk, para arkeolog juga menemukan rahang babi, tulang sapi dan cakar beruang.
''Ternyata di bagian bawah rongga pintu masuk, sebelum ceruk penguburan, ditemukan tulang sapi dan cakar beruang yang hampir lengkap. Temuan ini benar-benar unik jika dibandingkan dengan kuburan Neolitikum lainnya..'' ujar Elzbieta Sieradzka dari Institut Universitas Rzeszow.
Dilansir dari Newsweek, penemuan ini jelas disebut sangat unik, karena sebelumnya penemuan serupa tidak pernah ditemui dalam kuburan Neolitikum.
Cakar beruang yang ditemukan ini berada dalam susunan anatomi yang rapi. para arkeolog berpendapat jika cakar tersebut sengaja ditempatkan di makam ini. Tersusun sangat rapi, dapat dikatakan bahwa cakar beruang, tulang sapi, dan rahang babi ini bukan sisa pesta atau perayaan.
Miroslawa Zabilska-Kunek dan Daniel Makowiecki, dua arkeolog yang melakukan analisis pada tulang tersebut menyampaikan pendapatnya.
Keduanya sependapat jika penemuan ini berbeda dari yang sebelumnya. Pasalnya, makam di masa tersebut memang sering berisi tulang sapi dan babi. Namun, untuk cakar beruang, merupakan hal yang aneh sekaligus tidak biasa.
Baca Juga: Mendaki Gunung Lewati Lembah, Ratusan Kerangka Manusia yang Kami Lihat
Dua arkeolog ini lalu sepakat bahwa situs pemakaman ini adalah tempat dilakukannya sebuah ritual menjelang akhir Zaman Batu pada masa tersebut. Cakar beruang sendiri dianggap sebagai persembahan bagi orang yang sudah meninggal.
Jika melihat budaya beberapa daerah, seperti di Fennoscandia, taring, cakar, dan tulang beruang dipercaya memiliki kekuatan untuk penyembuhan, melindungi ternak, dan mampu memberikan kekuatan hewan pada pemiliknya.
Sedangkan kepercayaan lain menyebutkan bahwa cakar beruang dapat berguna sebagai jimat dan dapat menjauhkan penggunanya dari berbagai kejahatan.
Sayangnya, mengenai mengapa kerangka tersebut dipotong-potong, hingga kini para arkeolog belum mampu menjawabnya.
Mengenai ritual mengerikan apa yang dilakukan manusia purba dengan kerangka manusia dan cakar beruang juga masih menjadi misteri hingga kini.
Berita Terkait
-
Tak Ada Bekas Luka, Tim Forensik Selidiki Kemungkinan Racun di Jasad Sutrimo
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Jasad Sutrimo Nihil Luka, Tim Forensik Tak Temukan Bekas Pukulan Benda Tumpul
-
Makam Sutrimo Dibongkar, Polisi Dalami Kematian Eks Karumga Febrie Adriansyah
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Persija Hancurkan Brisbane Roar di JIS
-
Voting Jadi Penentu Ketua Umum PBNU
-
DPR Ungkap 13 Tindak Pidana yang Bisa Dikenai RUU Perampasan Aset
-
Jakmania Boikot Launching Persija Jakarta, Bung Ferry Sampaikan Peringatkan
-
Diwarnai Aksi Boikot Jakmania, Persija Kenalkan 29 Pemain dan Jersey Baru Merah Menyala
-
Rilis Skuad dan Jersey Musim 2026/2027, Bhayangkara Presisi Lampung FC Bidik Tiga Besar Super League
-
Ini 5 HP Bekas Murah 2-4 Jutaan dengan Skor AnTuTu 11 Tembus Sejuta, Main Game Berat Lancar!
-
SE Menkomdigi soal Perlindungan Kuota Internet Sudah Tepat, Tak Perlu Tergesa Revisi Aturan
-
RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang
-
5 Rekomendasi Bedak Touch-Up Praktis dengan Kaca dan Spons untuk Aktivitas Seharian