Suara.com - Ternyata tidak semua orang bisa menerima kehadiran teknologi baru. Sebut saja San Francisco, menjadi kota pertama di Amerika Serikat yang melarang lembaga pemerintahnya menggunakan teknologi pengenalan wajah atau facial recognition.
Dewan Pengawas kota mengadakan pemungutan suara dengan hasil suara delapan banding satu untuk menyetujui proposal pelarangan tersebut. Kebijakan ini akan mulai berlaku dalam sebulan.
Rencana itu disebut Stop Secret Surveillance Ordinance dan dipelopori oleh Supervisor Aaron Peskin. Dalam sebuah penyataan yang dibacakan sebelum dilakukannya pemungutan suara, Peskin mengatakan itu adalah peraturan tentang memiliki akuntabilitas di sekitar teknologi pengawasan.
"Ini bukan kebijakan anti-teknologi," ucap Peskin, seperti yang dikutip dari The Verge.
Peskin menambahkan bahwa teknologi pengenalan wajah sangat berbahaya dan menindas, meski penegak hukum di San Francisco menggunakan banyak alat teknologi untuk keamanan kota.
Larangan itu muncul di tengah perdebatan yang lebih luas tentang pengenalan wajah, yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi orang dengan cepat dan memicu pertanyaan baru tentang kebebasan sipil.
Keputusan yang diambil San Francisco ini tampaknya akan digunakan sebagai contoh ketika perbedaan terus berlanjut dan kota-kota serta negara-negara lain memutuskan apakah dan bagaimana cara tepat mengatur teknologi pengenalan wajah.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Exynos 2600 Setara Chipset Apa? Bisa Saingi Snapdragon 8 Elite Gen 5?
-
4 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Solusi Multitasking Lancar Tanpa Bikin Kantong Bolong
-
22 Kode Redeem FC Mobile 12 Maret 2026, Daftar Bintang TOTW & Peluang Emas Dapat Icon Pele
-
Sharp Ungkap Dampak Geopolitik ke Industri Elektronik, Harga Produk Berpotensi Naik 3%
-
Penjualan Kulkas Sharp Naik 50 Persen Selama Ramadan
-
5 HP Samsung yang Cocok untuk Jangka Panjang, Awet Dipakai Bertahun-tahun
-
27 Kode Redeem FF 12 Maret 2026, Siap-siap Borong Voucher Angelic Ungu dan Misi Idul Fitri
-
Terpopuler: 8 HP Kamera Terbaik di Kelasnya Mulai Rp1 Jutaan, Kode Redeem FF Max Banjir Hadiah
-
PP Tunas Batasi Anak Main Medsos, Menteri PPPA Usul Balik ke Permainan Tradisional
-
Usai PP Tunas, Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Batasi Gawai untuk Anak Sekolah