Suara.com - CEO Google, Sundar Pichai, mengatakan bahwa layanan video online miliknya, YouTube, sudah terlalu besar untuk diperbaiki seluruhnya. Hal itu dikatakan Pichai menanggapi kritik yang mengatakan bahwa YouTube penuh dengan konten-konten jahat.
YouTube memang sedang jadi sorotan di seluruh dunia karena memuat beragam konten negatif, mulai dari yang mempromosikan radikalisme dan terorisme, eksploitasi seksual anak, hoaks, dan masih banyak lagi.
Dalam sebuah wawancara dengan CNN yang ditayangkan Minggu (16/6/2019), Pichai ditanyai berapa banyak orang yang diperlukan untuk menyaring dan menghapus konten-konten jahat dalam YouTube.
"Kami mengombinasikan manusia dan mesin," jawab Pichai sembari menambahkan bahwa Google berusaha untuk mendeteksi dan menghapus 99 persen konten jahat di YouTube.
Meski demikian, ia mengakui pihaknya tak bisa benar-benar 100 persen menemukan dan menghapus konten-konten negatif tersebut.
"Bagi semua sistem besar, (menyaring dan menghapus konten negatif) sangat sulit. Misalnya sistem kartu kredit, masih adalah penipuan di sana. Setiap kali kita menjalankan sistem pada skala besar, maka paling tidak kita hanya bisa bicara soal persentase," jelas dia.
Meski demikian Pichai mengatakan bahwa pihaknya yakin bahwa Google dan YouTube akan membuat kemajuan signifikan dan bahwa akan ada tindakan-tindakan lain yang diambil agar lebih banyak konten-konten negatif yang dihapus. (CNBC)
Berita Terkait
-
Nggak Perlu Gym! 5 Channel YouTube Workout Favorit, Cewek Wajib Subscribe
-
Ingin Upgrade Skill Digital? 5 Channel YouTube Ini Wajib Kamu Tonton
-
YouTube Luncurkan Fitur Recap 2025, Tampilkan Kebiasaan Menonton Pengguna
-
Cara Bikin YouTube Recap 2025, Rangkuman Setahun Video dan Musikmu
-
YouTube Meluncurkan Batas Durasi Shorts Demi Kesehatan Mental Digital Remaja Indonesia
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Chipset Redmi Turbo 5 Series Terungkap: Diprediksi Pakai Dimensity 8500 dan 9500e
-
Naoki Yoshida Isyaratkan Adanya Port Final Fantasy 14 untuk Nintendo Switch 2
-
10 HP Android Terkencang Versi AnTuTu Desember 2025: Red Magic dan iQOO Bersaing Ketat
-
5 Rekomendasi Smartwatch Murah Alternatif Apple Watch, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
Geser iPhone 17 Pro, Vivo X300 Pro Masuk 3 Besar HP Flagship Kamera Terbaik DxOmark
-
5 Smartwatch Samsung, Garmin hingga Xiaomi Diskon Sampai 40% di Erafone!
-
Oppo Reno 15 Pro Max Debut Global, Pakai Dimensity 8450 dan Kamera 200 MP
-
Bocoran Perdana Motorola Signature Muncul, Stylus Jadi Kejutan di Kelas Flagship
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan yang Layak Dibeli di 2026
-
Huawei MatePad 12 X 2026 Siap Meluncur di Indonesia, Tablet Rasa PC untuk Produktivitas Tanpa Batas