- MUI mengutuk keras serangan Israel dan AS yang menewaskan Ali Khamenei.
- Sepuluh poin Tausiyah dikeluarkan MUI sebagai bentuk duka cita mendalam.
- MUI mendesak pemerintah Indonesia segera keluar dari keanggotaan Board of Peace.
Suara.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) buka suara atas peristiwa penyerangan AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Mereka turut berduka atas meninggalnya Khamenei pada Sabtu (28/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan melalui 10 Tausiyah bernomor Kep-28/DP-MUI/III/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 11 Ramadhan 1447 H bertepatan dengan 1 Maret 2026.
Surat edaran itu lantas diunggah ulang oleh akun X milik Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis sehingga viral di media sosial.
MUI mengutuk serangan AS dan Israel serta mengucapkan duka cita atas gugurnya Ayatollah Ali Khamenei.
Surat berisi 10 Tausiyah itu memperoleh banyak dukungan dari netizen di X. Salah satu pernyataan bahkan berisi desakan agar Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP).
Pernyataan yang ditandatangani Ketua MUI KH Anwar Iskandar ini dimulai dengan kutipan kalimat Alquran, QS Ali Imran 103.
"Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (QS Ali Imran 103)," tulis MUI sembari mengimbau agar umat Muslim bersatu.
MUI menyayangkan ibadah di bulan suci Ramadan ternoda atas serangan AS dan Israel ke Iran.
Melalui Tausiyah pertama, MUI mengungkap duka cita atas meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei.
Baca Juga: Donald Trump Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas
"Majelis Ulama Indonesia menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebagai akibat serangan Israel-Amerika pada (28/2/26). Kita menyampaikan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Sebagai syahada kita doakan semoga menjadi penghuni surga, Aamin," ungkap MUI.
Usai mengucap kalimat duka, MUI mengutuk serangan Israel karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan amanat UUD 1945.
"MUI mengutuk serangan Israel yang didukung oleh Amerika karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pembukaan UUD 1945 yaitu '...ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial'," tulis MUI.
Salah satu poin pada Tausiyah milik MUI mendapat dukungan luas, terutama soal desakan agar pemerintah keluar dari BoP.
"Amerika Serikat, yang tengah memainkan peran sentral dalam pengelolaan konflik Palestina melalui BoP, menghadapi pertanyaan besar yaitu apakah strategi tersebut sungguh diarahkan untuk perdamaian yang adil, atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina? Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina. Karena yang terjadi justru sebaliknya Trump melakukan serangan bersama Israel terhadap Iran dan memicu perang regional yang melibatkan berbagai kekuatan, baik secara langsung maupun melalui proksi," bunyi keterangan dari MUI.
Surat edaran MUI yang beredar viral di media sosial menuai beragam komentar dari netizen.
"Finally MUI can do one right thing. Awas aja ngubah sikap ntar klo pimpinannya udah dipanggil ke istana negara," cuit @Ga**alf**hisper.
"Tumben ulama Sunni di Nusantara menunjukkan rasa solider kepada pimpinan Syiah. Ini bagus, semoga bukan karena FOMO," balas @wi**ks*no.
Berita Terkait
-
Anwar Abbas Dorong Rusia dan China Bersatu Bela Iran Hadapi Agresi AS-Israel
-
Menhub Minta Maskapai Rute Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan Imbas Konflik AS-Israel dan Iran
-
Apa Arti Haidar? Akun Resmi Iran Unggah Foto Pedang Legendaris setelah Khamenei Meninggal
-
Dubes Iran Sebut Agresi AS-Israel Sebagai Bagian Sejarah Panjang Intervensi Washington
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Tablet Premium Vivo Pad 6 Pro Siap Rilis, Andalkan Chipset Tergahar Snapdragon
-
HP Apa yang Tahan Banting? Ini 5 Pilihan dengan Spesifikasi Gahar
-
Apa Arti Haidar? Akun Resmi Iran Unggah Foto Pedang Legendaris setelah Khamenei Meninggal
-
50 Kumpulan Status WA Bulan Puasa Lucu, Tinggal Copy Paste Aja
-
62 Kode Redeem FF Aktif Hari Ini 1 Maret: Klaim Beat Fist dan Harta Karun Ramadan
-
Sebelum Mainkan Requiem, Kenali Timeline Game Resident Evil dan Semua Karakternya
-
Bocoran Harga POCO X8 Pro Max, Segera Debut ke Indonesia Bulan Ini?
-
Spesifikasi Redmi A7 Pro: HP Sejutaan dengan Layar 120 Hz dan Baterai 6.000 mAh
-
Bocoran Game Call of Duty 2026, Modern Warfare 4 Dalam Pengembangan?
-
5 Rekomendasi HP Murah Kamera Jernih buat Ngonten Mulai Rp1 Jutaan