Suara.com - Bagi perusahaan sebesar Nintendo, membuka toko cabang mungkin bukanlah sebuah hal yang sulit untuk dilakukan. Kenyataannya, produsen game konsol asal Jepang itu memerlukan waktu 14 tahun untuk membuka toko retail kedua mereka.
Sebagai informasi, Nintendo membuka toko ritel perdananya yang berlokasi di New York, Amerika Serikat, pada Mei 2005.
Toko pertama itu pada awalnya merupakan rebranding dari toko yang sebelumnya merupakan toko yang menjual aneka produk Pokemon.
Setelah 14 tahun berselang, mereka baru saja meresmikan toko retail offline keduanya di Dizengoff Center, sebuah pusat perbelanjaan di kota Tel Aviv, Israel.
Toko ini resmi dibuka beberapa bulan setelah Nintendo juga membuka toko onlinenya di negara sekutu Amerika Serikat tersebut.
Soal lamanya waktu yang diperlukan untuk membuka toko ritel keduanya, Nintendo tidak memberikan pernyataan resminya.
Namun, laman Nintendo Life menulis bahwa alasan pembukaan tersebut didasari oleh penjualan konsol Switch yang laris manis di banyak negara, termasuk Israel.
Setelah Tel Aviv, Nintendo berencana membuka satu toko lagi, kali ini di negara asalnya, yaitu Jepang, tepatnya di kota Tokyo.
Baca Juga: Dikira Mati, Nintendo Wii Masih Kedatangan Game Baru
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana