Ade Indra Kusuma | Lintang Siltya Utami
Kamis, 04 Juli 2019 | 21:58 WIB
LinkAja [Suara.com/Lintang]

Suara.com - Dukung Gerakan Cashless, LinkAja Sasar Semua Segmen.

LinkAja resmi diluncurkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, di Jakarta, Minggu (30/6/2019). Masyarakat awam mengenal LinkAja sebagai perubahan dari layanan keuangan digital dari Telkomsel Cash. Namun, LinkAja sebenarnya merupakan sinergi dari BUMN. 

LinkAja merupakan uang elektronik nasional yang menyatukan produk-produk fintech BUMN. Namun, tak hanya berisi produk e-money dari PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan gabungan empat bank nasional seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN, LinkAja juga menyasar delapan segmen lainnya. 

Hal ini merupakan salah satu upaya LinkAja untuk mempermudah masyarakat Indonesia melalui gerakan cashless. Itu pun menjadi salah satu misi utama LinkAja untuk mendorong gerakan nasional non-tunai (GNTT) dengan menargetkan 75 persen di akhir tahun 2019. 

LinkAja [Suara.com/Lintang]

"Menurut data Worldbank 2018, inklusi layanan keuangan kami baru mencapai 49 persen. Kami ingin membantu percepatan inklusi keuangan hingga akhir tahun 2019 sampai 75 persen. Namun, kami juga berharap bisa menjadi 90 persen di tahun-tahun selanjutnya. Jadi kami bisa membantu masyarakat Indonesia untuk cashless," ucap Danu Wicaksana, Chief Excecutive Officer LinkAja, dalam pernyataannya di LinkAja Headquarter, Jakarta, Kamis (4/7/2019). 

LinkAja menyasar empat segmen, di antaranya adalah transportasi, produk digital, merchant, dan layanan keuangan. Dari segi transportasi, LinkAja dapat digunakan untuk pembayaran tol dengan RFID, KAI access, maskapai penerbangan seperti Garuda dan Citilink, hingga Railink dan Bluebird.

Sementara itu, dalam produk digital mencakup 400 lebih layanan, mulai dari pulsa, tagihan, BPJS, Pajak, hingga donasi melalui badan resmi. Menariknya, hingga saat ini LinkAja telah terintegrasi dengan 150.000 lebih merchant, seperti SPBU Pertamina, merchant makanan dan minuman, retail, Alfamart, Indomaret, hingga e-commerce ternama seperti Tokopedia dan Bukalapak. 

Meski begitu, kehadiran LinkAja bukanlah untuk menyaingi kompetitor dompet digital lainnya, seperti OVO, Go-Pay, ataupun Dana. Danu menegaskan bahwa LinkAja hadir untuk ikut serta dalam memenuhi target pemerintah dalam pendorong GNNT.

Hingga saat ini terhitung sejak Juni 2019, pengguna LinkAja telah mencapai 3,5 juta pelanggan.