Suara.com - Sony baru saja mengumumkan laporan tiga bulanannya untuk seluruh lini bisnisnya, mulai dari game konsol hingga ponsel.
Di industri konsol game, perusahaan asal Jepang ini meraup keuntungan berlimpah karena PlayStation 4 (PS4) dikapalkan lebih dari 100 juta unit secara global. Sayang, prestasi ini tidak diikuti oleh lini bisnis ponsel Sony.
Pasalnya, dalam tiga bulan terakhir (April-Juni 2019) Sony hanya sanggup mengapalkan 900 ribu unit ponsel. Perlu diingat, hasil tersebut tercatat sebagai angka penjualan per kuartal terburuk sepanjang sejarah bisnis ponsel Sony.mAngka ini juga jadi kali pertama bagi Sony yang gagal menjual kurang dari 1 juta unit ponsel dalam satu kuartal.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama si tahun lalu, Sony masih mampu menjual 2 juta unit perangkat. Akibatnya, penurunan ini memaksa perusahaan untuk mengubah target penjualan ponsel mereka dari 5 juta unit menjadi 4 juta unit sepanjang tahun fiskal 2019 (1 April 2019-31 Maret 2020).
Dalam laporannya, Sony menyebut bahwa salah satu biang kegagalan ini berasal dari tidak adanya ponsel baru pada April dan Mei. Dalam periode tersebut, mereka masih mengandalkan seri Xperia 10 dan Xperia 10 Plus yang meluncur pada Februari.
Sementara Sony Xperia 1 baru muncul pada Juni ternyata begitu diminati oleh konsumen. Phone Arena menulis bahwa ponsel seri ini dilaporkan kehabisan stok di beberapa wilayah.
Namun, klaim tersebut tidak seutuhnya benar. Pasalnya, ketiadaan stok Sony Xperia 1 di pasaran terjadi karena pasokan ponsel dari pabrik yang memang Sony batasi.
Sayangnya, Sony enggan mempublikasikan nilai kerugian yang dialami perusahaan lantaran jebloknya penjualan ponsel di kuartal II tahun ini. Tapi, mereka memberi gambaran bahwa unit bisnis ponselnya ini tidak akan meraih untung hingga Maret 2021 mendatang.
Sedangkan untuk memperbaiki situasi, Sony berencana menggenjot penjualan ponsel 5G mereka yang sampai saat ini tak kunjung dirilis untuk konsumen.
Baca Juga: Rilis September 2019, Ini Bocoran Spesifikasi Sony Xperia 20
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN